Kisah Remaja Down Syndrome yang Sakit Langka Wujudkan Mimpi Jadi Pramugari

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 03 Jul 2019 15:41 WIB
Foto: dok. cnn.com Foto: dok. cnn.com

Jakarta - Shantell Pooser atau biasa dipanggil Shannie menjadi viral karena kisah inspiratifnya. Shannie yang menderita down syndrome menjadi pramugari kehormatan American Airlines.

Shanie mulai tertarik dalam dunia penerbangan setelah ia sering terbang dari rumahnya di South Carolina ke Ohio untuk menjalani pengobatan di Cincinnati Children's Hospital Medical Center. Shannie menjalani pengobatan untuk menyelamatkan hidupnya di rumah sakit tersebut.

Selama penerbangan, ibunda Shannie, Deanna Miller-Berry melihat putrinya sangat menyukai instruksi yang diberikan oleh pramugari sebelum lepas landas. Shannie kerap menirukan gerakan pramugari yang memberikan instruksi keselamatan.

Dalam penerbangan menuju ke South Carolina, Shannie bertemu Kapten Matthew Coelyn dan pramugari Valarie Butler. Mereka pun mempersilahkan Shannie masuk ke ruangan kokpit. Pengalaman istimewa itu yang kemudian membuat Shannie bercita-cita menjadi pramugari. "Pesawat menjadi obsesinya, " jata Deanna kepada CNN.

Kisah Remaja Down Syndrome yang Sakit Langka Wujudkan Mimpi Jadi PramugariFoto: dok. cnn.com


Deanna pun memutuskan membuatkan pesta bertema maskapai penerbangan untuk ulang tahun ke-17. Empat bulan sebelum pesta, dia menghubungi American Airlines untuk mencari tahu apakah memungkinkan pihak maskapai tersebut memberinya beberapa tali identitas (lanyard). Namun ternyata American Airlines malah memberinya hal yang lebih besar.

Maskapan Amerika itu memberikan Shannie kesempatan merayakan ulang tahun di atas pesawat. Mereka menyediakan pesawat CRJ-900 untuknya.
Kisah Remaja Down Syndrome yang Sakit Langka Wujudkan Mimpi Jadi PramugariFoto: dok. cnn.com

"Kelas eksekutif diisi oleh temen-teman sekolah Shannie yang memiliki kebutuhan khusus," kata Deanna. Dan semua teman serta keluarga Shannie berada di atas pesawat. Shannie juga menerima kunjungan khusus dari Walikota Carolina Selatan, Steve Benjamin. Ia memberikan medali untuk Shannie.

Pada hari ulang tahunnya, American Airlines juga memberikannya kesempatan untuk menjadi pramugari. Dan sejak saat itu, Shannie bisa bekerja sebagai pramugari setiap dia berpergian dengan American Airlines dan memakai seragamnya.Sampai saat ini, Shannie telah menjalani 20 kali penerbangan sebagai pramugari.

Perjalanan Shannie menjadi pramugari kehormatan di American Airlines ini menginspirasi banyak orang karena dianggap sebagai sebuah simbol harapan. Betapa tidak, Shannie yang menderita down syndrome sempat divonis dokter tidak memiliki kesempatan hidup lama.

Selain down syndrome, Shanniel terlahir dengan penyakit kronis yang bisa mengalami perubahan pada sel-sel tubuh yang akhirnya memengaruhi fungsi organ secara menyeluruh. Dokter mengatakan Shannie tidak mempunyai harapan untuk sembuh sehingga divonis tidak berumur panjang.

Kisah Remaja Down Syndrome yang Sakit Langka Wujudkan Mimpi Jadi PramugariFoto: dok. cnn.com


Deanna berkisah awalnya Shannie salah didiagnosis menderita asma dan sleep apnea. Hingga akhirnya, Shannie menjalani pengobatan di rumah sakit anak di Cincinnati. Sampai saat ini, Shannie telah menjalani 30 kali operasi. Keluarganya mengatakan mereka sudah menghabiskan lebih dari $30.000 atau sekitar 400 ratus juta untuk perawatan medis Shannie mulai 2015 hingga 2018.

Perawatan kesehatan khusus Shanie terlalu mahal. Bahkan asuransi yang dimilik oleh keluarga masih tidak memiliki cukup. "Kami menjual mobil dan menghentikan langganan tv kabel, kami hanya menonton kaset Video Home System (VHS)," ucap Deanna.

Miller Berry pernah sampai pada titik terendahnya dan merasa putus asa atas penyakit putrinya. Hingga terbersit niat dalam dirinya untuk mengorbankan nyawanya sendiri, agar asuransi jiwa yang ada dalam dirinya bisa cair untuk membantu pengobatan Shanie.

"Pada waktu itu, saya lebih suka mengorbankan hidup saya sendiri untuk Shanie agar bisa sembuh kembali," ujar sang ibu lagi sambil berlinang air mata.

Bertemu Michelle Obama

Maret lalu, Shannie bisa bertemu dengan idolanya Michelle Obama. Deanna mengatakan putrinya jatuh cinta dengan istri dari Obama itu setelah melihatnya di acara TV Nickelodeon, "iCarly."

Sejak pertemuan Michelle Obama, Shanie menyebutnya dengan sebutan Mrs. Berry karena baginya ibunya adalah mantan ibu negara tersebut.

Kisah Remaja Down Syndrome yang Sakit Langka Wujudkan Mimpi Jadi PramugariFoto: dok. cnn.com


Selain Michelle Obama, Shanie juga bertemu dengan media Mogul Tyler Perry dan menghadiri "Madea farewell Tour". "Dia memanggil Tyler sebagai pamannya," ujar ibunya tertawa.

Meskipun kesehatan Shanie menurun, Deanna terus berusaha melakukan yang terbaik untuk membantu putrinya untuk tetap bahagia. "Dua minggu terakhir dia telah berhenti makan dan dia sudah di rumah sakit," ungkapnya.

Deanna ingin mewujudkan keinginan putrinya yang lain seperti bertemu Alicia Keys dan Miley Cyrus. Yang juga ada pada daftar keinginan Shannie adalah princess pertama Disney yang keturunan Amerika Afrika dan sebagai down syndrome.

"Aku ingin dia tahu betapa sangat istimewanya dia untuk saya," pungkasnya.






Simak Video "Pede Abis! Aksi Catwalk Anak Down Syndrome di JFW 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)