Kisah Wanita Arab yang Terbangun Setelah 27 Tahun Koma

Kiki Oktaviani - wolipop Jumat, 26 Apr 2019 11:08 WIB
Foto: dok. The National Foto: dok. The National

Abu Dhabi - Seorang wanita Arab terbangun dari 'tidur' yang sangat panjang. Wanita bernama Munira Abdulla itu mengalami koma selama 27 tahun.

Munira mengalami kecelakaan pada tahun 1991. Saat itu mobilnya terhantam oleh bis sekolah. Dia berusaha menyelamatkan putranya Omar Webair dengan memeluk erat sang anak yang saat itu masih berusia empat tahun.

Omar hanya mengalami luka ringan, sementara Munira menderita cedera otak parah. Keadaan tersebut membuat kritis dan kesdarannya sangat minim hingga ia mengalami koma selama hampir tiga dekade.



Omar menceritakan bahwa sang bunda mengelurakan suara aneh setelah terjadi keributan kecil di kamar rumah sakit. Beberapa hari setelahnya, Munira bicara untuk pertama kalinya setelah 27 tahun berlalu.

"Dia memanggil namaku. Aku sangat bahagia. Selama bertahun-tahun aku memimpikan momen ini dan namaku yang disebut untuk pertama kalinya," ucap haru Omar kepada koran Abu Dhabi The National.

Munira dirawat di rumah sakit di Emirate selama bertahun-tahun. Di 2017, pangeran Arab mengirim Munira ke rumah sakit di Jerman untuk penanganan yang lebih canggih.

Di RS di jerman ditemukan bahwa ada organ tubuhnya yang salah tempat. Organ tubuhnya pun 'diganti' hasil donor organ oleh wanita berusia 99 tahun.

Di Jerman, Munira dirawat dengan pendekatan holistik. Menurut sang dokter Friedemann Muller, perawatan menggunakan kombinasi terapi fisik, obat-obatan, operasi dan stimulasi sensorik.



Menurut sang dokter, beberapa minggu setelahnya kondisi Munira ada perubahan. Dari koma menjadi memiliki sedikit kesadaran hingga kini ia terbangun dari 'tidur' panjangnya.

"Tidak ada pasien yang terbangun dari koma selama 27 tahun. Dia sekarang sudah bisa berinteraksi dengan lingkungan dan keluarganya," ujar Friedemann.

Atas kesadaran sang bunda tersebut, Omar ingin berbagi semangat bagi orang lain yang memiliki keluarga dengan kondisi koma. "Aku membagi cerita ibuku untuk mengatakan kepada orang bahwa jangan putus harapan untuk orang tercinta. Jangan anggap dia mati dalam keadaan seperti itu (koma)," ungkap Omar. (kik/kik)