Kisah Sukses Emak-Emak Jadi Jutawan Berkat Jualan Yoghurt

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 12 Apr 2019 07:48 WIB
Para emak-emak sukses berkat jualan yoghurt. (Foto: dok. Cimory) Para emak-emak sukses berkat jualan yoghurt. (Foto: dok. Cimory)

Jakarta - Siapa saja bisa sukses selama ada niat dan kerja keras, seperti para ibu-ibu ini. Meski harus mengurusi rumah tangga, mereka bisa memiliki penghasilan hingga belasan juta per bulan dari berjualan yoghurt.

Sudah empat tahun terakhir ini, hari-hari Darini diisi dengan masuk-keluar perumahan, area perkantoran atau sekolah. Di mana ada keramaian, di situ ada Darini.

Terik matahari yang menyengat bukan penghalang bagi ibu dua anak ini untuk menjajakan barang dagangannya. Produk yang ditawarkan adalah yoghurt dan susu keluaran Cimory.

Di usia yang hampir berkepala lima, emak-emak yang satu ini tergolong produktif. Ada saja usaha yang dijalaninya untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Apalagi suaminya hanya berprofesi sebagai sopir ojek online yang pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal, Darini juga memiliki dua tanggungan anak yang masih bersekelolah. "Dulu pernah jualan kue, baju, hampir semua deh. Saya memang orangnya nggak bisa diem," kata Darini di acara Miss Cimory, Kamis (11/4/2019).

Kisah Sukses Emak-Emak Jadi Jutawan Berkat Jualan Yoghurt Para Miss Cimory terbaik. (Foto: dok. Cimory)


Pada pertengahan 2015, Darini ditawari salah seorang orangtua dari teman sekolah anaknya untuk mengikuti program Miss Cimory. Mendengar penjelasan kenalannya itu tentang keuntungan yang didapat, ibu dua anak ini lantas tertarik untuk mencoba.

Bersama beberapa ibu-ibu Ia mulai mengikuti pembinaan yang kala itu masih diadakan di sebuah masjid dekat rumahnya di kawasan Ciledug, Kota Tangerang, Banten.

Dari pembinaan tersebut, Darini belajar soal strategi pemasaran, pengelolaan keuangan sekaligus cara berkomunikasi yang baik dengan calon pembeli dan menjaga relasi dengan pelanggan.

Pengetahuan Darini soal nutrisi yang terkandung dalam yogurt serta manfaatnya juga bertambah. Sebagai penjual yoghurt, Darini tentu harus paham keunggulan barang dagangannya agar orang tertarik untuk membeli produknya.

Kisah Sukses Emak-Emak Jadi Jutawan Berkat Jualan Yoghurt Darini, berkebaya merah, berhasil meraup penghasilan jutaan rupiah berkat berjualan yogurt. (Foto: Dok. Cimory)
Banyak suka-duka yang Darini rasakan selama menjalani profesi 'agen' yoghurt Cimory. Penolakan sudah menjadi makanannya sehari-hari. Bahkan, ia pernah hampir digigit anjing peliharaan penghuni rumah yang didatanginya. "Tapi selama kita gigih dan pantang menyerah, pasti ada hasilnya," kata Darini yang biasa berjualan mulai dari pukul 09.00 itu.

Setiap harinya, Darini menargetkan dapat minimal satu atau dua pelanggan baru. Lama kelamaan, pelanggannya bertambah. Sehari, ia bisa menjual lebih dari 100 botol yoghurt.

Usaha tak mengkhianati hasil. Kerja kerasnya membuahkan pendapatan lebih dari Rp 2 juta per bulan. "Itu kalau lagi nggak semangat jualan ya. Kalau rajin bisa belasan juta. Saya pernah dapat Rp 12 hanya dalam sebulan," kata Darini yang telah berulangkali mendapat penghargaan dari Cimory atas pencapaian tersebut.

Dari penghasilan itu, Darini bisa membeli tanah seluas 3.000 meter persegi seharga Rp 300 jutaan di kampung halamannya, Ngawi, Jawa Timur. Hutang sebesar Rp 50 juta untuk modal usahanya terdahulu juga berhasil dia lunasi. "Alhamdulillah, sekarang saya malah bisa punya deposita sebesar Rp 100 juta," kata Darini bersyukur.

Miss Cimory Terbaik 2018. Choiriyah, Miss Cimory Terbaik 2018. (Foto: Dok. Cimory)
Pengalaman yang sama kurang lebih juga dirasakan Dini Apriani dari Bandung, Jawa Barat. Ibu dua anak ini menjadi tulang punggung keluarga sejak suaminya terbaring lemah karena penyakit saraf.

"Sebelum suami sakit, kamu dulu berjualan pecel lele. Lalu saya usaha sendiri, tapi penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan uang sekolah anak. Saya harus mencari penghasilan yang lebih besar supaya bisa menutupi biaya pengobatan suami," kata Dini.

Sebagai seseorang yang hanya tamatan SMA tanpa pengalaman, perempuan 35 tahun ini kewalahan mencari perusahaan besar yang mau memperkerjakannya. Hingga akhirnya, ia bergabung dengan program Miss Cimory.

Dengan penghasilan yang bisa mencapai belasan juta rupiah per bulan, Dini tak hanya menyokong keluarga intinya, tapi juga orangtua. "Ada rencana mau beli rumah dan pergi umrah juga," kata dia.

Menurut Dini, hasil tersebut mustahil tercapai tanpa dibarengi kerja keras dan keuletan. Pernah suatu kali, trolly yang biasa gunakan sebagai wadah yoghurt rusak di tengan jalan. Namun, Dini tetap keukeuh berjualan.

Dicanangakan pada 2013, program Miss Cimory memiliki misi utama memberdayakan perempuan Indonesia untuk menyokong perekonomian keluarga. "Bagaimana pun ibu memiliki peranan penting untuk mensejahterahkan keluarga. Dari ibu yang hebat, lahir generasi penerus yang hebat pula," kata Hendri Viarta, National Direct Selling Manager Miss Cimory.

Sampai saat ini Miss Cimory sudah memiliki 1.200 anggota dan menjangkau kota-kota di luar Pulau Jawa, seperti Palembang dan Denpasar. Untuk gelar Miss Cimory terbaik 2018, jatuh ke tangan Choiriyah dari Jakarta.

Hendiri berharap, program ini dapat melahirkan lebih banyak lagi ibu-ibu mandiri yang kuat secara finansial demi mensejahterahkan keluarga sekaligus menginspirasi dan memotivasi sesamanya.


(dtg/kik)