Iklan Helm yang Tampilkan Model Seksi Ini Dikritik Netizen

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 28 Mar 2019 10:02 WIB
Foto: ist Foto: ist

Jakarta - Sebuah iklan biasanya memang dibuat semenarik mungkin untuk mencuri atensi masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan model seksi dan rupawan. Tapi sepertinya menampilkan model seksi tak selamanya mengundang kekaguman. Sebuah iklan layanan masyarakat dikritik karena menampilkan wanita seksi ketika mempromosikan keselamatan dengan menggunakan helm.

Sebuah iklan yang dirilis kementerian transportasi Jerman dianggap seksis dan bodoh. Pasalnya iklan yang mempromosikan keselamatan berkendara itu menampilkan beberapa wanita dengan pakaian seksi dan pakaian dalam. Sejumlah netizen pun beralih ke Twitter untuk memprotes iklan tersebut.

"Foto lingerie seksi untuk helm sepeda karena...seks? Maksudku, aku tidak pergi ke sekolah bisnis mahal tapi aku punya tiga atau empat ide untuk mempromosikan keselamatan yang tidak menjadikan wanita obyek. #HelmeRettenLeben tolong pekerjakan aku," tulis pemilik akun Sweet Insanity Arts.

"Kesampingkan dulu kampanye yang jelas-jelas misoginistis. Pesan ini menggesar tanggung jawab pada orang yang mengendarai sepeda dari pada pengendara mobil. Itu secara moral melindungi mereka dengan menyalahkan pengendara yang tidak menggunakan helm," kata netizen bernama Tono.

Orangporang mengritik bahwa kampanye ini fokus pada busana mini model dari pada pesan yang ingin disampaikan. Dilihat dari tampilannya, iklan tersebut tampaknya memang ingin menyasar anak muda. Kampanye itu juga menggunakan slogan yang provokatif yakni 'Looks like s*. But saves my life'.

Iklan tersebut bahkan dikritik Franziska Giffey dari kementerian wanita yang beberapa waktu lalu mengunggah foto naik sepeda dan pakai helm. Ia pun menulis, 'Kamu bisa memakai helm bahkan ketika kamu pakai busana'.

Hal ini pun telah ditanggapi juru bicara kementerian transportasi Svenja Friedrich. "Kami bisa benar-benar mengerti kritikan dari berbagai pihak tapi kami tetap memakai gambar itu," ungkapnya dilansir National Post.


(ami/ami)