3 Puteri Indonesia 2018 Ungkap Rahasia Kebal dari Bullying

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 06 Jan 2019 13:22 WIB
Foto: Instagram@officialputeriindonesia Foto: Instagram@officialputeriindonesia

Jakarta - Bermahkota kontes kecantikan nasional tak selamanya indah bagi Sonia Fergina Citra, Vania Fitryanti Herlambang dan Wilda Octaviana Situngkir. Selain pujian manis, top 3 Puteri Indonesia 2018 juga harus terbiasa dengan yang namanya bullying alias perundungan. Lantas, bagaimana akhirnya mereka bisa bertahan dari ejekan yang datang bertubi-tubi itu?

Jagat media sosial di kalangan penggemar berat kontes kecantikan (baca: pageant lovers) Tanah Air langsung heboh ketika tiga perempuan cantik tersebut terpilih sebagai pemenang Puteri Indonesia 2018 Maret lalu.


Wilda keluar sebagai Runner-up II sekaligus menyandang gelar Puteri Indonesia Pariwisata 2018. Lalu, Vania menempati posisi Runner-up I dan dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2018. Sementara itu, gelar utama Puteri Indonesia 2018 jatuh ke tangan Sonia.

Ada yang memuji. Tapi tak sedikit pula yang mengkritik, bahkan mengejek dengan kata-kata pedas. "Ya ampun, kalau diingat-ingat, pedasnya minta ampun. Sakit banget setelah membacanya," kenang Wilda saat berbincang dengan Wolipop di Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2019). Miss Sepeda dan Miss Drama adalah sebutan baru untuk Wilda dari para haters-nya.
3 Puteri Indonesia 2018 Ungkap Rahasia Kebal dari BullyingFoto: Muhammad Ridho Suhandi

Diakui Vania, mereka sebenarnya bukan finalis yang dijagokan oleh mayoritas pageant lovers kala itu. Banyak yang menganggap mereka tak pantas menyandang gelar pemenang Puteri Indonesia 2018. Maka tak heran bila ketiganya diserang habis-habisan di media sosial.

Vania yang saat mengikuti Puteri Indonesia 2018 tak punya pengalaman sebagai model sebanarnya tak mau ambil pusing. Namun, kata-kata kasar netizen yang menghiasi kolom komentar Instagram-nya pun berhasil mengusik hati lulusan teknik kimia Institut Teknologi Bandung itu. "Awal-awalnya sempat nangis, tapi lama-lama terbiasa juga," ujar Vania yang 11 Februari nanti genap berusia 21 tahun.

Cacian yang tak kalah hebatnya menyerang Sonia sebagai juara utama. Baru hari pertama jadi Puteri Indonesia, kata Sonia, semua komentar di media sosialnya rata-rata bernada negatif. Sejak awal, Sonia mencoba memahami bahwa kemenangannya pasti memicu pro dan kontra. Bullying adalah salah satu konsekuensinya. "Tapi itu kadang yang memotivasi kita. Jadi kita tahu apa kekurangan diri, dan apa yang harus diperbaiki," ucap lulusan Sastra Inggris Universitas Bina Nusantara itu.

Oleh sebab itu, Sonia tak pernah memblok atau menyerang balik netizen yang mengejeknya di media sosial. Namun, Sonia yang belum lama ini mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2018 di Bangkok, Thailand, tetap membentengi dirinya dengan filter pribadi. Menurut perwakilan Bangka Belitung itu, kata-kata negatif dari para haters justru mencerminkan kepribadian mereka. "Bukan kita. Jadi, saya membalasnya dengan prestasi dan tetap menjadi diri sendiri," tambah Sonia.

Begitu pula dengan Wilda. Setiap komentar negatif diubahnya menjadi positif. Misal sebutan Miss Drama, ia tak memungkiri bahwa dirinya adalah demikian "Aku memang suka drama dan teater. Akting adalah salah satu passion-ku. Jadi, buatku itu bukan masalah," terang Wilda yang bercita-cita menjadi aktris itu.

Begitu pula dengan julukan Miss Sepeda yang didapatnya lantaran menjawab sepeda sebagai cabang olahraga unggulan Indonesia di Asian Games 2018 saat sesi tanya-jawab di malam final Puteri Indonesia 2018. Menurutnya, tak ada yang salah dengan Miss Sepeda. Sepeda representasi dari gaya hidup sehat. Bersepeda itu menyehatkan tubuh dan membantu mengurangi polusi udara.

Bagi Vania, salah satu tips terbaik untuk menghadapi bullying adalah selalu berpikiran positif. "And surround yourself with positive people," tambahnya. (asf/asf)