Wawancara Eksklusif Hari Ibu

Ibunda Cerita Sosok Anies Baswedan Saat Kecil, Supel dan Nggak Cengeng

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 22 Des 2018 14:50 WIB
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -
Seorang ibu tak akan pernah bisa melupakan masa kecil anak-anaknya meskipun sudah terlampau puluhan tahun. Kenangan tentang tingkah polah anak, baik maupun buruk, merupakan jejak dari pengasuhannya mulai dari bayi hingga dewasa.

Seperti halnya Aliyah Rasyid Baswedan, di usianya yang sudah menginjak 77 tahun masih mengingat dengan jelas sosok sang putra, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat dia kecil.

Dituturkan Aliyah Rasyid, Anies kecil adalah anak yang penyayang dan supel. Tak sedikit teman-teman sekolahnya yang memilih kumpul di rumahnya untuk sekadar menghabiskan waktu luang. Istilah zaman sekarangnya, 'Nggak ada Anies, nggak rame.'

Ibunda Cerita Sosok Anies Baswedan Saat Kecil, Supel dan Nggak CengengFoto: Ari Saputra/detikcom
"Nggak tahu kenapa. Dia itu menjadi pusat teman-temannya mendekat pada dia. Mungkin dia punya cara yang menyebabkan temannya senang berkunjung," cerita Aliyah Rasyid saat ditemui di kediaman Anies Baswedan, Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018).

Guru Besar di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta ini juga mengungkapkan, jiwa kepemimpinan Anies Baswedan juga sudah terlihat sejak kecil. Putra pertamanya itu adalah seorang inisiator. Aliyah memberi contoh bahwa Anies pernah mendirikan sekolah bulu tangkis saat kecil. Meskipun anggotanya tak lain teman-temannya sendiri, hal itu sudag menunjukkan bahwa dia merupakan anak yang banyak inisiatifnya.

"Dia itu bisa memengaruhi teman-teman lain. Bisa mengajak teman-temannya. Nggak tahu temannya kok mau ikut bersama dia," tutur ibu tiga anak ini.

Aliyah Rasyid juga melihat Anies Baswedan di waktu kecil sebagai anak yang tangguh dan tidak cengeng. Meskipun ia juga mengakui, seperti anak-anak pada umumnya, kelakuannya terkadang nakal.

Ibunda Cerita Sosok Anies Baswedan Saat Kecil, Supel dan Nggak CengengFoto: Ari Saputra/detikcom
"Sering dia datang (pulang ke rumah -red) dikeroyok teman-temannya sampai belepotan. Saya diamkan saja. Saya lihat kalau tidak berbahaya ya saya diamkan," kata Aliyah Rasyid.

Menurut Aliyah, kenakalan saat anak masih kecil adalah hal yang wajar. Ada pemikiran unik Aliyah tentang pengasuhan anak yang tidak terlalu menekankan bahwa seorang anak haruslah selalu bersikap baik.

"Saya pikir, lebih baik nakal (saat) kecil tapi sudah besarnya jadi anak baik. Daripada anak baik (dari) kecil tapi nakal sesudah besar. Wajar sajalah anak-anak kecil nakal," ucapnya.

Meskipun tidak bermasalah anak-anaknya terkadang bersikap nakal, Aliyah tetap menanamkan nilai agar mereka selalu mengikuti aturan. Bebas tapi bertanggungjawab, hal itulah yang ditekankan Aliyah kepada anak, agar kenakalannya tak kebablasan.
(hst/ami)