Remaja Ini Shock sampai Nangis, Ditolak Kerja karena Kulit Terlalu Gelap

Hestianingsih - wolipop Selasa, 23 Okt 2018 08:36 WIB
Foto: Instagram/@mazismazi Foto: Instagram/@mazismazi

New York - Mali D'Janite tak pernah menyangka, warna kulitnya yang gelap bisa menghalanginya mendapatkan pekerjaan impian. Remaja 17 tahun ini mengaku mendapatkan perlakuan diskriminatif dari manajer salah satu brand fashion, saat ia melamar kerja.

Pengalaman tak mengenakkan yang terjadi pada Malie bermula saat ia melamar pekerjaan di toko baju yang berlokasi di kawasan elit soHo, New York City. Meskipun sudah berpengalaman di bisnis retail dengan menjadi sales associate, Mali tetap tidak mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya.

Alasannya, menurut manajer toko tersebut, karena kulit Mali terlalu gelap. Penolakan karenaa penyebab yang menurutnya tak berdasar itu pun membuat Mali kesal. Pasalnya, ia sangat membutuhkan pekerjaan dan toko tersebut merupakan salah satu favoritnya.

"Aku sudah berbelanja di toko itu selama bertahun-tahun dan selalu suka koleksi baju mereka. Baru-baru ini aku kembali ke New York City setelah tinggal di Phoenix bersama ibuku selama dua tahun," kata Mali kepada situs BET.

Mali mengaku sangat kaget ketika diberitahu asisten manajer toko tersebut, bahwa manajer toko mengatakan kulitnya terlalu gelap untuk mengisi posisi pekerjaan yang diinginkannya. Tak hanya kaget, Mali juga sedih sampai menangis. Terlebih lagi karena manajer yang menolaknya ternyata juga berkulit hitam.
Remaja Ini Shock sampai Menangis, Ditolak Kerja karena Kulit Terlalu GelapMali D'Janite, remaja yang ditolak kerja karena berkulit terlalu gelap. Foto: Instagram/@mazismazi

"Aku kaget dan bingung. Aku langsung menelepon ibuku sambil menangis. Aku pernah didiskriminasi oleh orang Kaukasia sebelum ini, terutama karena tinggal di Phoenix dan ke sekolah yang kebanyakan muridnya Kaukasia, tapi mendengarnya dari seorang pria yang (juga) berkulit hitam, seorang Afrika, itu mengerikan!" tuturnya.

Sementara itu, sang manajer yang dituding telah menolak Mali karena warna kulitnya, menyanggah tuduhan tersebut.

Kepada New York Post, dia mengatakan, "Dia saudariku, kenapa aku harus melakukannya?"

Merasa kecewa, Mali melayangkan komplain terhadap toko tersebut secara online. Ia telah berbicara dengan seseorang yang berjanji akan menyampaikan keluhannya itu ke pemilik toko di New York. Namun ia mengaku belum menerima kabar lanjutannya.

"Aku belum dengar kabar apapun dari siapapun. Tapi toko online-nya menawarkanku pekerjaan di tokonya yang di LA," kata dia.

Namun Mali kemudian menolak tawaran itu, meskipun brand tersebut sudah menjadi favoritnya sejak lama.

"Aku menolak bekerja untuk brand yang rasis," pungkasnya.




Tonton juga 'Cerita Dian Pelangi Dapat Perlakuan Diskriminasi di Paris':

[Gambas:Video 20detik]


(eny/hst)