Donald Trump Dituding Pernah Diskriminasi Kontestan Miss Universe

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 10 Mar 2018 21:30 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: REUTERS/Leah Millis Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: REUTERS/Leah Millis

Los Angeles - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dituding pernah melakukan tindakan diskriminatif terhadap kontestan Miss Universe dengan memilih finalis berdasarkan rasnya. Benarkah demikian?

Setidaknya begitu menurut buku Russian Roulette karangan Michael Isikoff and David Corn. Buku tersebut mengangkat skandal hubungan Trump dengan Rusia yang belakangan menjadi sorotan dunia. Disinggung pula, soal penyelenggaraan Miss Universe 2013 di Moskow. Ketika itu, lisensi resmi Miss Universe masih berada di tangan Trump.

Terungkap dalam buku tersebut, setiap sehari sebelum siaran langsung kontes kecantikan tersebut, staf Miss Universe akan menyiapkan sebuah ruangan khusus sehari sebelum malam final untuk Trump gunakan menyeleksi para finalis.

Baca Juga: Model Transgender Akan Tuntut Bos Miss Universe, Donald Trump

Di ruangan tersebut, Trump menyaksikan video yang menayangkan aksi para finalis dalam balutan busana formal dan baju renang. Ia lalu sesukanya memilih siapa saja berhak maju ke tahap akhir, terkadang tanpa mempertimbangkan penilaian dari babak praeliminasi.

Sudah menjadi aturannya bahwa Trump sebagai pemilik Miss Universe boleh campur tangan dalam proses penyeleksian kontestan. "Intinya, tidak akan ada finalis tanpa persetujuan Trump," tulis Isikoff dan Corn seperti dikutip Cosmopolitan.

Mereka yang 'tereliminasi' umumnya adalah perempuan dengan kulit berwarna. "Biasanya Trump menyebut perempuan tersebut terlalu etnik atau gelap kulitnya. Dia punya selera tersendiri saat menentukan pemenang. Contohnya, Olivia Culpo, Dayanara Torres, dan tentu saja para perempuan dari Eropa Timur," ujar seorang staf Miss Universe di buku tersebut.

Baca Juga: 30 Kontestan Miss Universe Kontroversial

Olivia Culpo adalah perwakilan AS yang memenangkan Miss Universe 2012. Sementara itu Dayanara merupakan juara Miss Universe 1993 dari Puerto Rico. Adapun gelar Miss Universe 2013 jatuh ke tangan Gabriela Isler dari Venezuela. Pada ajang tersebut, Indonesia mengirimkan Puteri Indonesia 2013 Whulandary Herman sebagai wakilnya. Ia menorehkan prestasi dengan lolos ke dalam 16 besar.

Pada 2015, Trump menjual lisensi Miss Universe menyusul pernyataan kontroversinya soal imigran gelap dari Meksiko. Saat ini, Miss Universe berada di bawah naungan agensi WME/IMG. Pemenang Miss Universe 2017 Demi- Leigh Nel-Peters dari Afrika Selatan tengah berada di Indonesia untuk menghadiri Pemilihan Puteri Indonesia 2018.




(dng/eny)