Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Miris! Punya Anak Setelah 20 Tahun Berjuang, Wanita Ini Malah Dicerai Suami

Rista Adityaputry - wolipop
Minggu, 23 Jul 2017 10:30 WIB
...
Atifa Ljajic dan Serif Nokic bersama bayi perempuan mereka. Foto: Dok. Oddity Central
Serbia - Pasangan asal Serbia Atifa Ljajic (60) dan Serif Nokic (68) sudah melakukan berbagai cara untuk mendapatkan anak. Setelah 20 tahun berusaha, Atifa akhirnya berhasil hamil dan melahirkan bayi perempuan yang sehat lewat program bayi tabung.

Melahirkan bayi pertamanya di usia 60 tahun, Atifa pun menjadi ibu tertua kedua di Serbia. Sayangnya, kebahagiaan atas lahirnya sang anak yang sangat dinantikan tak berlangsung lama.

Hanya beberapa jam setelah melahirkan, di hari yang sama, suami Atifa, Serif, justru ingin menceraikannya. Menurut Serif, di usia yang hampir 70 tahun ia merasa sudah terlalu tua untuk mengurus seorang bayi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak hanya itu, aku adalah pria penyakitan. Aku berusia 68 tahun. Diabetes dan jantungku lemah. Tidak mudah untuk tidur sepanjang malam dan mendengar suara tangis bayi. Dia mendapatkan apa yang dia mau dan sekarang dia bahagia," ungkap Serif seperti dikutip dari Oddity Central.
Miris! Punya Anak Setelah 20 Tahun Berjuang, Wanita Ini Malah Dicerai SuamiFoto: Dok. Oddity Central

Rupanya, sedari awal Serif sudah menentang kenyataan bahwa Atifa berhasil mengandung anak pertamanya, meskipun pada akhirnya ia menerima hal itu karena melihat sang istri sangat bahagia. Namun, saking tidak kuat mendengar tangis bayi, Serif memutuskan untuk bercerai dari Atifa demi kesehatannya.

Mirisnya lagi, Serif tidak bersedia menerima anak perempuannya secara legal sehingga hanya Atifa yang akan menanggung kebutuhan perkembangan sang bayi yang diberi nama Alina itu. Penolakan Serif cukup beralasan, karena dikatakan Atifa, anak tersebut merupakan hasil dari donasi sperma pria lain dan tekanan dari keluarga Serif di Turki.

Karena tidak adanya persetujuan untuk membagi hak asuh, Atifa hanya menerima pensiun yang tak seberapa dan perlu melunasi pinjaman yang diambil untuk perawatan setelah melahirkan. Meskipun banyak rintangan yang perlu dihadapi, Atifa masih bersemangat dan tetap bahagia akan kelahiran anak pertamanya.

"Aku tidak takut akan kehidupanku nanti. Tuhan mendorongku. Aku tidak pernah merasa sebaik ini. Mau Serif meninggalkanku atau tidak, aku akan berjuang untuk membesarkan Alina semampuku. Aku tahu ini tidak akan mudah, tapi aku pikir masih banyak orang baik yang akan membantuku," pungkas Atifa. (hst/hst)
Tags
...
Hide Ads