Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Asisten Johnny Depp Bantah SMS Pengakuan KDRT Amber Heard

Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 03 Jun 2016 14:08 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Jason Merritt/Getty Images
Jakarta - Sehari berselang setelah ET membocorokan isi SMS yang disebut perbincangan Amber Heard dengan asisten Johnny Depp, Stephen Deuters, bantahan langsung dikeluarkan pihak sang aktor.

Stephen secara tegas membantah adanya SMS tersebut. Kepada situs TMZ, pria yang sudah lama bekerja untuk Johnny itu mengatakan bahwa SMS antara dirinya dan Amber yang dipublikasikan ET (Entertainment Tonight) tersebut hanya sebuah karangan belaka.

Sang asisten juga menegaskan kalau Johnny tidak pernah melakukan kekerasan pada Amber. Dia sama sekali tidak pernah melihat adanya KDRT selama 15 bulan Johnny menikah dengan Amber hingga akhirnya gugatan cerai diajukan oleh bintang film The Danish Girl itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai SMS yang berisi komunikasinya dengan Amber mengenai kekerasan yang dilakukan Johnny, Stephen mengatakan hal itu tidak pernah ada. Dia pun curiga SMS itu sebuah karangan karena tidak ada tanggal kapan pesan tersebut dikirim.

Sebelumnya ET merilis SMS yang dikirimkan Amber pada pada Stephen. Dalam pesannya, bintang film 30 tahun itu menuliskan kesedihannya atas perlakuan kasar Johnny padanya. Dan bagaimana pria tersebut tidak menyadari bahwa kekerasan yang dilakukannya itu membuat orang lain menderita.

"Unfortunately for me, I remember in full detail everything that happened," tulis Amber seperti diungkap oleo majalah People.

Curhatan Amber itu kemudian dibalas oleh Stephen. Menurut sang asisten, Johnny menyadari tindakannya dan sangat menyesalinya. "When I told him he kicked you, he cried. It was disgusting. And he knows it," tulis sang asisten.

Meskipun menurut sang asisten, bintang film Pirates of the Carribean itu sudah menyesali perbuatannya, Amber masih ragu. Saat itu, statusnya dengan Johnny baru saja bertunangan.

"Dia sudah sering melakukan ini. Di Tokyo, di pulau, di London dan aku selalu bertahan. Selalu beranggapan dia akan menjadi lebih baik. Tapi setiap tiga bulan atau lebih, aku kembali di posisi yang sama," curhat Amber lagi. (eny/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads