Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Depresi Pasca Melahirkan, Hayden Panettiere Potong Rambut

Daniel Ngantung - wolipop
Senin, 07 Des 2015 18:48 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Twitter
Jakarta - Ada yang berbeda dari penampilan aktris Hayden Panettiere. Rambut panjangnya kini bertransformasi menjadi lebih pendek. Bintang serial 'Heroes' itu sempat memamerkan gaya rambut teranyarnya itu di Instagram.

Segar dan plong. Begitulah yang Hayden rasakan setelah rambutnya dipotong. Transformasi gaya rambut itu seolah meringankan beban pikirannya belakangan.

"Potong rambut rasanya seperti keluar dari jalan buntu. Tinggalkan yang lama dan bersiap tumbuh dengan yang baru," tulis wanita 26 tahun itu sebagai keterangan foto tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mungkin inilah cara Hayden menyegarkan kembali jiwanya setelah menjalani perawatan di sebuah pusat rehabilitasi. Seperti dikabarkan sebelumnya, ia secara sukarela mendaftarkan dirinya di pusat rehabilitasi tersebut untuk mengatasi masalah depresi postpartum atau depresi pasca melahirkan.

"Ia meminta media menghargai privasinya untuk sementara waktu," ujar juru bicara tersebut seperti dikutip People Oktober lalu.

Desember 2014 silam, Hayden melahirkan anak pertamanya, seorang putri bernama Kaya Evodokiawith, buah cinta Hayden dengan sang tunangan Wladimir Klitschko.

Masalah depresi postpartum sebetulnya bukan sesuatu yang asing baginya. Di serial televisi 'Nashville', ia berperan sebagai Juliette Barnes, seorang penderita depresi postpartum. Hayden sempat menyinggung soal peran tersebut saat hadir sebagai bintang tamu acara bincang-bincang 'Live with Kelly and Michael' bulan lalu. "Saya bisa merasakannya," ungkap Hayden.

Ia mengatakan, hampir semua wanita mengalaminya. Jadi ini adalah topik yang harus diangkat. Menurutnya, depresi postpartum tidak selamanya berdampak negatif. Memang ada penderita yang sampai ingin menyakiti anaknya, tapi tidak semua begitu.

"Anda harus paham bahwa depresi ini memiliki spektrum yang sangat luas. Para wanita yang mengalaminya harus menyadari bahwa mereka tidak sendiri dan bisa sembuh," ujar Hayden.

(dng/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads