Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Nyle, Tuna Rungu Pertama Juara America's Next Top Model Ingin Ubah Dunia

Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 07 Des 2015 08:14 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Asia's Next Top Model
Jakarta -

America's Next Top Model 2015 telah berakhir dan menentukan pemenangnya. Adalah pria tampan Nyle DiMarco yang terpilih sebagai juara. Nyle mencetak sejarah dengan menjadi tuna rungu pertama yang menjadi juara ‎kompetisi tersebut, sekaligus menjadi orang yang terakhir menjuarai ANTM.

Nyle tak menutupi rasa bangganya bisa mencetak sejarah dalam ANTM. Melalui akun Twitter, pria bertubuh atletis itu mengungkapkan perasaannya pasca dinobatkan sebagai juara.

"I'm.... AMERICA'S NEXT TOP MODEL! & THE LAST WINNER & WHO HAPPENS TO BE DEAF! Thank you @tyra and #ANTM for giving me voice!!!" tulis ‎Nyle melalui akun @NyleDimarco, Minggu (6/12/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎"My heart is heavy. My head is spinning. Dazed. Surreal. And on Cloud 9! I love you all. #ANTM," tulisnya lagi di Twitter.

Nyle patut merasa senang karena memang dia menjadi orang terakhir yang bisa merasakan gelar juara America's Next Top Model. Setelah musim ke-22 ini, sang penggagas acara tersebut, Tyra Banks telah mengumumkan tak akan ada lagi ANTM.

Selama mengikuti kompetisi ANTM musim ke-22, sosok Nyle sudah mencuri perhatian bukan hanya keterbatasannya sebagai tuna rungu. Kemampuannya berpose dan berjalan di catwalk juga menjadi nilai lebih yang dimilikinya. Ditambah lagi parasnya yang rupawan dan tubuhnya yang bagi sebagian wanita, sangat seksi.

Nyle berhasil membuktikan, menjadi tuna rungu tidak membatasinya untuk melakukan apapun. Sejak awal, pria 25 tahun itu sama sekali tidak ragu untuk berkompetisi melawan 13 kontestan lainnya yang memiliki pendengaran normal.

"Aku sangat bersemangat. Aku melihat ini sebagai kesempatan bukan hanya untuk menjadi supermodel, tapi juga untuk mengubah perspektif dunia tentang menjadi tuna rungu," katanya dalam wawancara dengan People.

Nyle mengungkapkan dia kerap diolok-olok oleh teman sebayanya semasa remaja karena keterbatasannya itu.‎ Dia kerap disebut cacat.

"Sebutan itu sangat menyinggung karena hal tersebut seolah menyatakan bahwa kita tidak sempurna, sementara yang kita percaya, kita bisa melakukan apapun, kecuali mendengar," tuturnya.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads