Intimate Interview
Musik, Seperti 'Buku Diary' Bagi Lala Karmela
Musik, menjadi salah satu bagian penting dalam hidup seorang Lala Karmela. Bahkan menurutnya musik adalah sebuah hadiah dari Tuhan untuknya, sesuatu yang benar-benar murni dan bukan sekadar 'lahan' untuk mencari penghasilan.
"I feel like I'm born with it and also die with it," kata Lala, saat berbincang dengan Wolipop di bilangan Kemang Timur, Kemang, Jakarta Selatan.
Baginya, musik adalah bentuk ekspresi diri. Sebuah 'buku diary' tempatnya menuangkan segala yang ia rasakan. Lala memang menciptakan sendiri lagu-lagu dalam albumnya yang terinspirasi dari kehidupannya sehari-hari, mulai dari hal-hal besar hingga yang kecil dan ringan sekalipun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesuatu yang aku rasakan, pikirkan, kadang-kadang kalau nggak bisa dibicarakan dengan orang lain aku tuangkan di lagu. Misalnya jalan-jalan dengan teman aku, atau go dancing with my friends. Dalam laguku 'A Night To Remember' kan ceritanya tentang itu," ungkap wanita yang sedang mengenyam pendidikan hukum di Universitas Atma Jaya ini.
Lala kembali menambahkan, "Sampai saat aku nggak tahu harus pakai baju apa, aku ciptakan lagu. Makanya di album aku, I have this song called 'I Don't Know What To Wear."
Dalam bermusik, Lala selalu mencoba untuk mencari sesuatu yang baru meskipun tetap berpegang pada DNA musiknya, akustik dan folk. Namun ia mengaku dirinya selalu terbuka dengan segala masukan dan berusaha bereksplorasi agar musiknya tidak membosankan.
Menurutnya, musik akan terus berkembang dan tidak memiliki batasan. Jika ingin sukses sebagai musisi dalam waktu lama, ia pun harus selalu memperbaharui musiknya sendiri.
"Kalau hanya berada di zona nyaman yang nanti akan begitu-begitu saja," ucapnya.
(hst/ami)










































