Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Jadi Model Playboy, Azealia Banks Ngomel Tentang Rasisme

wolipop
Selasa, 17 Mar 2015 10:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Playboy.
Jakarta -

Selama ini, imej majalah Playboy begitu kental di benak para pria dewasa yang mengagumi keindahan tubuh wanita. Namun belakangan publik figur yang dijadikan model sampul juga diwawancara seputar hal-hal yang berat bobotnya. Penyanyi Azealia Banks yang baru berusia 23 tahun pun menjadi model sampul edisi terbaru dan ‘ngomel’ soal perlakuan rasisme yang sering diterimanya.

“Aku benci segala sesuatunya tentang negara ini,” ujar penyanyi rap yang lahir di Manhattan dan besar di Harlem, New York. Opini ini nampaknya menjadi benang merah seluruh wawancara karena dari seluruh wawancara yang dikutip dari majalah pria dewasa tersebut, ia hanya berceloteh soal rasisme, perlakuan tak adil dan membanding-bandingkan sesama musisi rap yang berkulit putih.

“Aku benci orang Amerika kulit putih yang gemuk,” ujarnya. Ia kemudian menambahkan bahwa orang-orang berkulit putih yang gemuk adalah yang paling rasis dan konservatif dan mereka hanya hidup di peternakannya sendiri. Ia juga menyebutkan bahwa remaja perempuan yang bekerja di Kmart memiliki nenek yang rasis dan baginya itu terlalu Amerika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika ditelusuri ke akun Twitter miliknya, ternyata ia memang hobi mengomel tentang segala hal yang tidak disukainya. Mulai dari penyanyi rap berkulit putih asal Australia, Iggy Azalea, pria-pria gay hingga keturunan orang yang memperkerjakan para budak kulit hitam. Tak terelakkan, ia dijuluki wanita pemarah, namun di wawancara ini ia membela diri bahwa dirinya hanya menyuarakan pendapat di negara yang bebas.

Keberaniannya menyindir atau menyebut nama orang lain di komentar bisa dibilang membuatnya memiliki banyak musuh. Sebut saja Lorde yang juga sempat disebutnya. Menurutnya, ketika Lorde ‘mengomel’ dan menjelek-jelekkan orang lain lewat lirik lagu, orang tidak menyebutnya marah. Sedangkan ketika dirinya melakukan hal yang sama, orang langsung menilai dirinya pemarah dan negatif.

Wanita kelahiran 31 Mei 1991 ini memang memiliki masa lalu yang buruk. Dalam sebuah wawancara ia mengaku semasa kecil, ia dan saudari-saudarinya sering dipukul oleh ibunya sendiri dengan tongkat kasti, dibenturkan kepalanya ke tembok dan membiarkan mereka lapar. Di umur 14 tahun, ia melarikan diri dari rumah dan kemudian tinggal dengan kakak tertuanya.

(fer/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads