Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus Spornoseksual

Ini Dia Akibatnya Jika Pria Sering Selfie Pamer Tubuh di Instagram

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 06 Feb 2015 17:06 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Fenomena spornoseksual seolah menjadi topik hangat di kalangan masyarakat perkotaan. Istilah ini juga mempunyai kaitan yang erat dengan pendahulunya, yaitu metroseksual. Namun hal mendasar yang membuatnya berbeda terletak pada apa yang ditunjukkannya.

Jika pria metroseksual berusaha menarik perhatian dengan gaya stylish dan penampilan yang bersih berkat rajin perawatan, lain hal dengan pria spornoseksual. Mereka menarik perhatian orang lain dengan cara memamerkan tubuh kekar dengan dada yang bidang dan perut 'kotak-kotak' melalui foto selfie yang diunggah ke dalam akun jejaring sosial.

Terkadang pria ini sengaja berpose tanpa busana untuk memamerkan hasil kerja kerasnya di gym, lengkap dengan tato atau tindikan di wajah. Hal ini dinilai sebagai salah satu cara untuk melampiaskan hasrat narsisnya sehingga mereka bisa mendapatkan kepuasan batin. Ternyata hal ini mempunyai dampak buruk yang akan terjadi jika sang pria spornoseksual sering mengunggah fotonya ke dalam akun sosial. Seperti apa?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan oleh seksolog Zoya Amirin, orang-orang yang sering pamer foto ini tanpa disadari akan cepat merasa puas atas apa yang didapatnya. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi kamera pada smartphone yang semakin canggih.

"Sekarang ini kamera kan banyak macamnya. Ada yang bisa edit-edit badan dan wajah jadi lebih menarik, terus di-upload ke Instagram dan banyak dapat pujian. Terus Anda harus bangga? Padahal itu foto hasil editan. Ingat, ini hanya terjadi di dunia maya," jelas Zoya saat dihubungi Wolipop via telepon, Rabu (4/2/2015).

Dampak lain yang bisa juga terjadi pada pria spornoseksual ini adalah, mereka sering mendapatkan quick gratification, yaitu cara untuk mendapatkan pujian secara cepat. Hal ini biasanya berlaku bagi para pria yang bukan berasal dari kalangan pelakon hiburan. Secara tidak langsung, pujian yang didapatnya merupakan penghargaan palsu karena itu bukan bentuk 'nyata'.

"Dia jadi show off banget, pamer badan dan wajah dengan tatapan sensual yang seolah-olah seksi. Terus senang dipuji sama orang yang nggak jelas. Padahal sebenarnya secara nggak sadar dia memiliki kepercayaan diri palsu," tambahnya lagi.

Wanita yang mengambil spesialisasi seksologi di Universitas Udayana bali ini mengatakan, dengan hal-hal yang tidak nyata dan abstrak di dunia maya, para pria spornoseksual tersebut akan sangat mudah labil dan mengikuti tren yang baru bekembang. Dengan demikian, hal ini menjadikan mereka mempunyai standar tentang rasa percaya diri yang tidak jelas dan sulit untuk membangun hidupnya.

(int/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads