Miss Universe 2014
Bukan Pertamakali Finalis Libanon & Israel Jadi Kontroversi di Miss Universe
Hubungan antara dua finalis Miss Universe 2014 yaitu Miss Lebanon dan Israel berubah menjadi tidak nyaman. Penyebabnya karena kecaman yang ditujukan pada Miss Lebanon atas tindakannya ikut foto selfie bersama Miss Israel. Kontroversi antara perwakilan dua negara itu bukan pertamakalinya terjadi di kontes kecantikan sejagad ini.
Seperti dilaporkan CNN, pada 2002 lalu hubungan antara finalis asal Libanon dan Israel juga sempat memanas. Saat itu, sembilan hari sebelum malam final Miss Universe digelar, Miss Lebanon 2002, Christina Sawaya mengajukan pengunduran diri.
Penyebab Christina mundur dari Miss Universe karena dia tidak mau berada satu panggung dengan finalis dari Israel. Dia menyadari negaranya sudah berkonflik dengan Israel selama puluhan tahun sehingga baginya adalah sebuah 'dosa' jika akhirnya harus terlihat akrab dengan negara musuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Miss Universe pada saat itu Mary Hilliard McMillan mengakui memang ada konflik antara Miss Israel dan Miss Lebanon. Menurutnya konflik antara finalis dari dua negara tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Finalis dari dua negara itu selalu meminta agar mereka tidak difoto bersama karena jika hal itu terjadi mereka akan ditolak pulang ke negara masing-masing.
Sedangkan pada 2014 ini, konflik antara finalis asal Libanon dan Israel tidaklah sepanas 12 tahun lalu. Mereka yang justru menjadikan kehadiran finalis dari dua negara ini menjadi kontroversi adalah masyarakat di masing-masing negara, terutama Libanon. Aksi Miss Lebanon 2014, Saly Greige tampil berfoto selfie bersama Miss Israel 2014, Doron Matalon, dianggap tidak sensitif oleh sebagian masyarakat Libanon.
Begitu kerasnya kritik terhadap Saly sampai-sampai mereka yang protes meminta wanita cantik tersebut melepas gelarnya sebagai Miss Lebanon 2014. Dia juga diminta pulang dan tidak usah melanjutkan kompetisi Miss Universe 2014.
Berbeda dengan 12 tahun lalu, kali ini pihak Organisasi Miss Universe tidak lagi menolerir konflik antara Libanon dan Israel. Menurut mereka tidak seharusnya Miss Universe dijadikan sebagai alat politik.
"Miss Universe merupakan perayaan untuk perbedaan budaya, menyambut kehadiran wanita dari berbagai belahan dunia. Kontes kecantikan ini memberikan kesempatan pada seluruh peserta untuk melihat betapa bahwa mereka sebenarnya memiliki kesamaan. Dengan hadirnya 88 wanita dari berbagai negara di dunia untuk Miss Universe, sebuah pertemanan baru akan terbentuk dan kami harap hubungan ini bisa membawa perubahan di masa depan," kata pihak Organisasi Miss Universe.
(eny/fer)










































