Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Intimate Interview

Alexandra Asmasoebrata Pembalap yang Tertantang Jadi Ibu Rumah Tangga

wolipop
Senin, 08 Des 2014 11:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Alexandra Asmasoebrata (Fotografer: Jacky Suharto)
Jakarta -

Alexandra Asmasoebrata sudah belasan tahun menekuni profesi sebagai pembalap. Beberapa tahun belakangan, Alexandra juga sukses menjadi model. Kini setelah kedua pekerjaan itu bisa dilakoninya, ada satu lagi 'pekerjaan' yang menurutnya begitu menggoda dan membuatnya merasa tertantang.

"Aku ingin jadi ibu rumah tangga. Menurut aku itu susah banget. Jadi ini menggoda banget buat aku untuk jadi tantangan berikutnya," kata wanita kelahiran 23 Mei 1988 itu.

Alexandra memang suka menantang dirinya sendiri untuk melakukan hal-hal baru. Dulu karena ayahnya, Alex Asmasoebrata, dia tertantang untuk menjadi pembalap. Karena sang ayah jugalah dia terjun ke dunia modelling. Kini, wanita yang baru saja melangsungkan pernikahannya dengan Dias Baskara Dewantara itu sudah tidak sabar menjadi ibu rumah tangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ibu rumah tangga itu menurut aku susahnya minta ampun karena kita harus ada di rumah terus. Aku sudah pernah nyoba balapan, kerja kantoran bantuin papa juga sudah. Pernah libur dan harus diam di rumah, susahnyaaa. Aku sampai lihat mama kok bisa sih karena itu susah banget," ucapnya panjang lebar.

Wanita berambut panjang itu merasa tertantang untuk menjadi ibu rumah tangga setelah dia sukses menaklukkan tantangan bekerja sebagai model. Pekerjaan berpose di kamera itu dilakukannya karena sangat berbeda dari dunia yang dia lakoni sebagai pembalap. "Ini satu hal yang susah buat aku. Aku suka ditantang yang menurut aku susah. Jadi aku berpikir masa nggak bisa sih," katanya.

Sejak 2007, Alexandra sudah mencoba menjadi model untuk pemotretan majalah. Dulu, dia masih setengah hati menekuni pekerjaan tersebut karena hanya demi menuruti keinginan ayahnya. Namun sekarang setelah dewasa dan hidupnya tak sepenuhnya lagi diatur sang ayah, dia menikmati dunia modelling. Dia belajar dari para fotografer, koreografer dan orang-orang yang terlibat ketika menjalani pemotretan. Seiring semakin banyaknya tawaran menjadi model, dia pun memahami apa yang diinginkan oleh orang-orang tersebut ketika berpose di kamera.

Meskipun menikmati menjadi model, pekerjaan tersebut tak membuat Alexandra jadi ingin alih profesi. Dunia balap tetap nomor satu di hatinya. Kalau sudah 'pensiun' nanti, dia ingin tetap berada di dunia balap dengan membuat sekolah atau manajemen balap.

"Bagaimanapun juga aku punya pengalaman 13 tahun. Pengalaman itu sayang kalau dibuang begitu saja. Aku bisa olah jadi ilmu. Aku ingin banget punya anak didik, setidaknya untuk memajukan dunia otomotif," ujar pembalap peraih juara ke-2 di Asian Formula Renault (AFR) 2011 itu.

Bicara soal pensiun, Alexandra tidak menargetkan kapan dia akan berhenti berpacu dengan kecepatan di sirkuit. Menurutnya semua atlet seperti dirinya pasti memiliki masa yang disebut golden age atau usia emas. Dan saat ini dia masih berada di masa tersebut.

"Aku akan berhenti kalau sudah tidak ada sponsor yang akan sponsorin aku. Artinya kalau seperti itu aku sudah tidak dihargai lagi sebagai atlet," ucapnya.

Saat ini Alexandra masih berharap bisa balapan di Eropa. Secara mental dia sudah siap. Namun rencananya itu masih terkendala dengan masalah sponsor.

(eny/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads