Gusnaldi Akan Rilis Novel Tentang Biseksual
Gusnaldi dikenal sebagai make-up artist ternama Indonesia. Selain dikenal sebagai make-up artist profesional, ia juga populer dengan beragam bukunya yang kerap menjadi best seller. Setelah kemarin baru saja meluncurkan buku ke tujuh mengenai make-up, ia berencana merilis novel lanjutan dari buku fiksi pertamanya yang berjudul 'Pria Terakhir'.
Ketika ditemui Wolipop usai peluncuran buku make-up terbarunya 'The Masterpiece Make-up of Gusnaldi', ia mengaku akan merilis novel lanjutan dari Pria Terakhir yang bercerita tentang pria biseksual. Novel ini sudah rampung dibuat dan rencananya akan dirilis akhir April atau awal Mei 2014.
Jika sebelumnya semua bukunya selalu bekerja sama dengan penerbit besar PT Gramedia Pustaka Utama, kali ini pria yang mengawali kariernya di Martha Tilaar itu meluncurkan buku yang berjudul 'Duniaku Tanpa Huruf R' itu secara independen. Ia ingin merasakan bagaimana kesulitan merilis buku hingga melakukan promosinya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gusnaldi berencana akan membuat novel trilogi, yang artinya masih ada lanjutan setelah novel keduanya dirilis. Jika dalam novel pertama sudah diceritakan secara detail bagaimana ciri-ciri pelaku biseksual, buku lanjutannya ini hanya melanjutkan cerita sebelumnya.
Gusnaldi ingin mengimbau kepada para wanita agar tidak terjebak oleh pria biseksual. Para wanita harus tahu karena pelaku biseksual tidak akan terlihat dari tingkah laku satu atau dua tahun pernikahan tapi setelah puluhan tahun. Ia pun menulis novel ini dengan tokoh yang nyata.
"Ini kisah nyata yang sangat merugikan wanita, makanya buat wanita-wanita Indonesia harus bisa menandai pria biseksual, ini harus kita tahu," tutur penulis buku make-up pertama se-Asia pada 2003 silam dengan judul 'The Power of Make-up' itu.
Tidak mudah bagi Gusnaldi menuangkan semua ide ke dalam novel tersebut. Butuh riset dan tantangan yang harus ia lalui untuk menguatkan karakter tokoh utama dalam cerita. Tokoh utamanya merupakan pria nyata yang bekerja di San Fransisco. Ia mampu mengambil hati pria tersebut untuk mencurahkan semua pengalamannya menjadi biseksual untuk ditulis menjadi sebuah buku.
Meskipun mengisahkan seorang pria yang biseksual namun novel Gusnaldi bukan novel erotis tapi memang ditargetkan untuk wanita dewasa. Ia berharap para wanita yang sudah memiliki anak mengajarkan buah hati mereka agar tidak terjebak dengan pria biseksual.
Gusnaldi akan mempromosikan novel bergambar itu di berbagai media. Rencananya novel dijual seharga Rp 65 ribu di situs resmi milik Gusnaldi.
Ia mengatakan menulis adalah hobi serta kesenangannya. Bahkan pria asal Sumatera ini juga mengaku terjun ke dunia penata rias bukan hanya ingin menjadi make-up artist profesional tapi juga meluncurkan sebuah buku.
(aln/fer)











































