Intimate Interview
Totalitas Akting Chelsea Islan, Berubah Jadi Orang Lain Demi Dalami Peran
wolipop
Selasa, 11 Mar 2014 15:12 WIB
Jakarta
-
Nama Chelsea Islan mulai banyak dikenal di dunia hiburan setelah membintangi film drama romantis Refrain pada 2013. Chelsea pun disebut-sebut menjadi bintang muda baru yang akan bersinar tahun ini.
Anggapan tersebut bisa jadi benar, karena setelah beradu akting dengan Maudy Ayunda dan Afgansyah Reza, remaja berusia 18 tahun ini langsung dipercaya untuk menjadi salah satu pemeran inti dalam film 'Street Society' yang baru rilis 20 Februari 2014 lalu. Jika di film pertamanya, 'Refrain', Chelsea memerankan sosok Annalise yang pendiam dan lugu serta tertutup, di film keduanya ini ia berubah 180 derajat menjadi wanita dewasa dengan kepribadian yang kompleks.
"Karakter aku di Refrain dan Street Society sangat berbeda. Di Street Society aku sebagai Karina, karakter yang cukup dominan dan bisa dibilang agak rebel, punya visi misi tersendiri. DJ pendatang baru dari Berlin ke Jakarta. Orangnya powerful," tutur wanita yang menyukai dunia seni ini saat berbincang dengan Wolipop di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dari Annalise, seorang anak sekolah yang polos dan lugu menjadi Karina, wanita usia 20-an rebellious, diakui Chelsea memang menjadi tantangan tersendiri baginya. Untuk mendalami peran, lawan main Marcel Chandrawinata ini bahkan mempelajari berbagai buku tentang psikologi karena karakter Karina yang kompleks.
Selain itu wanita berdarah campuran Surabaya, Batak, Belanda dan Amerika ini juga mencoba memasukkan karakter Karina dalam kehidupannya sehari-hari. Selama dua minggu, Chelsea mencoba berpenampilan seperti Karina dari mulai busana hingga riasan wajah.
"Ada beberapa waktu aku harus baca buku-buku tentang psikologi, karena karakternya ada beberapa kepribadian, bukan seperti orang normal. Intense acting, intense workshop, aku juga latihan akting dua minggu sebelum syuting," ujar pemilik nama lengkap Chelsea Elizabeth Islan ini.
Dia juga menambahkan, "Karina itu usianya 20 tahunan, DJ, mature and adult. Jadi ada juga beberapa waktu dimana aku coba pakai baju untuk menyamakan Karina selama dua minggu. Ganti cara berpakaian biar lebih into karakter Karina."
Menurutnya, memainkan tokoh yang lebih tua dari usia sebenarnya tidak membuatnya merasa terganggu. Justru itu menjadi tantangan baru baginya karena jika memerankan karakter dengan usia sama dengannya, kemampuan aktingnya menjadi kurang berkembang.
(hst/fer)
Anggapan tersebut bisa jadi benar, karena setelah beradu akting dengan Maudy Ayunda dan Afgansyah Reza, remaja berusia 18 tahun ini langsung dipercaya untuk menjadi salah satu pemeran inti dalam film 'Street Society' yang baru rilis 20 Februari 2014 lalu. Jika di film pertamanya, 'Refrain', Chelsea memerankan sosok Annalise yang pendiam dan lugu serta tertutup, di film keduanya ini ia berubah 180 derajat menjadi wanita dewasa dengan kepribadian yang kompleks.
"Karakter aku di Refrain dan Street Society sangat berbeda. Di Street Society aku sebagai Karina, karakter yang cukup dominan dan bisa dibilang agak rebel, punya visi misi tersendiri. DJ pendatang baru dari Berlin ke Jakarta. Orangnya powerful," tutur wanita yang menyukai dunia seni ini saat berbincang dengan Wolipop di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dari Annalise, seorang anak sekolah yang polos dan lugu menjadi Karina, wanita usia 20-an rebellious, diakui Chelsea memang menjadi tantangan tersendiri baginya. Untuk mendalami peran, lawan main Marcel Chandrawinata ini bahkan mempelajari berbagai buku tentang psikologi karena karakter Karina yang kompleks.
Selain itu wanita berdarah campuran Surabaya, Batak, Belanda dan Amerika ini juga mencoba memasukkan karakter Karina dalam kehidupannya sehari-hari. Selama dua minggu, Chelsea mencoba berpenampilan seperti Karina dari mulai busana hingga riasan wajah.
"Ada beberapa waktu aku harus baca buku-buku tentang psikologi, karena karakternya ada beberapa kepribadian, bukan seperti orang normal. Intense acting, intense workshop, aku juga latihan akting dua minggu sebelum syuting," ujar pemilik nama lengkap Chelsea Elizabeth Islan ini.
Dia juga menambahkan, "Karina itu usianya 20 tahunan, DJ, mature and adult. Jadi ada juga beberapa waktu dimana aku coba pakai baju untuk menyamakan Karina selama dua minggu. Ganti cara berpakaian biar lebih into karakter Karina."
Menurutnya, memainkan tokoh yang lebih tua dari usia sebenarnya tidak membuatnya merasa terganggu. Justru itu menjadi tantangan baru baginya karena jika memerankan karakter dengan usia sama dengannya, kemampuan aktingnya menjadi kurang berkembang.
(hst/fer)
Elektronik & Gadget
Baseus EnerFill FC11 10000mAh Fast Charging Powerbank, Solusi Anti Lowbat Tanpa Ribet Kabel!
Health & Beauty
Aroma Clean & Effortless untuk Sehari-hari, Alchemist Eau de Parfum Pink Laundry vs Powder Room!
Health & Beauty
Double Cleansing yang Nggak Bikin Takut, Ini Dia Cleansing Oil yang Aman buat Pori-pori dan Kulit Sensitif!
Elektronik & Gadget
UNE 12000mAh Powerbank Magnetic Qi2, Solusi Charging Ngebut Tanpa Ribet!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
Alasan David Beckham Diblokir Anaknya, Disebut Melanggar Surat Peringatan
Sinopsis SAS: Red Notice di Bioskop Trans TV Hari Ini
7 Fakta Menarik Drama China Speed and Love, Chemistry Pemainnya Disorot
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
MOST COMMENTED











































