Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Duh, Wanita Ini Lebih Pilih Kelinci Peliharaannya daripada Suami

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 21 Jan 2014 18:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta -

Tidak jarang wanita yang memiliki hewan peliharaan. Sebagian dari mereka sangat menyayangi binatang tersebut sehingga sulit melepaskannya. Hal itu terjadi di rumah wanita bernama Sarah MacRonald. Sarah memelihara beberapa kelinci di rumahnya. Bahkan Sarah lebih memilih tinggal bersama kelinci daripada suaminya.

Kini Sarah dan suaminya telah berpisah. Meskipun demikian keduanya masih saling mencintai. Namun mantan suaminya itu kurang suka dengan kelinci-kelinci kesayangan Sarah hingga akhirnya memberikan ultimatum memilih dia atau kelincinya. Ternyata wanita 35 tahun itu lebih memilih kelinci daripada mantan suaminya tersebut.

"Coba kita lihat seberapa jauh dia dan kelincinya bertahan tanpa aku," ujar ex-suami Sarah sebelum pergi meninggalkan rumahnya seperti dilansir dari Daily Mail.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarah pun menuturkan, suaminya kesal karena ia lebih banyak memberikan waktunya untuk kelinci daripada pasangannya sendiri. Maka dari itu, mereka memutuskan pisah rumah. Kemudian Sarah tinggal di rumah keluarganya.

Setelah berpisah, Sarah menjadikan hobinya memelihara kelinci dengan membuka usaha 'bunny bed-and-breakfast'. Usaha itu adalah menjaga kelinci peliharaan selama orang yang menitipkannya pergi berlibur. Ia memberikan tarif sebesar 20 poundsterling atau sekitar Rp 400 ribu per malam.

Sarah mulai menyukai kelinci sejak lima tahun lalu. Ia memiliki tiga anak dan mereka sekolah saat siang hari. Sedangkan rumahnya memiliki pekarangan yang cukup luas. Oleh karena itu ia memutuskan memelihara kelinci.

Sarah pun jatuh cinta dengan kelinci pertamanya yang dinamai Rupert. Wanita yang pernah bekerja sebagai pegawai bank itu membeli Rupert serta kandangnya dari pet shop. Ia pun disarankan untuk melakukan perawatan kelinci dengan teliti karena tidak mudah memelihara hewan tersebut.

Kelinci memiliki masalah gigi yang sensitif. Tak hanya gigi, sistem percernaannya pun demikian maka harus diperhatikan makanannya. Kelinci juga tak dapat dibiarkan hidup sendiri agar tidak stres dan akhirnya mati.

Kini Sarah memiliki 11 kelinci serta membuka usaha 'penitipan kelinci'. Usaha tersebut berawal dari ide kerabat dekatnya yang kemudian berkembang menjadi bisnis yang cukup sukses. Sarah mengaku masih terus belajar dan kursus secara online untuk merawat kelinci.

Meskipun sangat menyukai kelinci tapi ketiga anaknya kurang tertarik akan hal itu. "Anak laki-lakiku cukup menyukai mereka (kelinci), tapi kedua gadisku bosan dengan mereka," tuturnya.

Sarah bukan satu-satunya wanita pecinta kelinci. Tahun lalu, Jepang juga membuka kafe kelinci, di mana para pekerja yang sedang stres dapat bersantai sambil bermain bersama kelinci.

(ays/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads