Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Memiliki Janggut Pria, Mariam Tetap Percaya Diri Mencari Cinta

Ummy Kusmiyati - wolipop
Rabu, 10 Apr 2013 14:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. ist
Jakarta - Mariam, wanita 49 tahun berdarah Jerman-Inggris ini merasa lebih seksi dan percaya diri dengan jenggot yang dibiarkan tumbuh sejak Agustus 2008. "Awalnya saya tidak berani untuk membiarkannya tumbuh, tapi karena rasa ingin tahu dan ingin berbagi informasi lewat blog, bagaimana rasanya saat dagu dipenuhi dengan rambut," ujarnya pada pembawa acara Holly Willoughby dan Philip Schofield dalam ITV Morning.

Ibunda Mariam mengharapkan agar anaknya kembali normal dan menyuruhnya untuk menghilangkan jenggot tersebut. Mariam pun melakukan beberapa cara agar jenggotnya tak lagi tumbuh, namun hal itu membuat dagunya merah dan meradang seperti habis terjatuh.

Pro dan kontra pun ditemukan di halaman blog Mariam, ada beberapa yang menuliskan hal mengerikan, adapula yang berpendapat bahwa itu berani dan inspiratif. Tidak hanya di blog, hal menjengkelkan pun kerap terjadi padanya di kehidupan sehari-hari, tapi Mariam menerimanya dan seperti memberi kesempatan untuk orang bagaimana rasanya berbicara dengan wanita berjenggot.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dr Rina Davison, seorang ahli endokrinologi dari Universitas Whipps Cross Hospital, London, hal ini dianggap wajar karena beberapa wanita kerap mengalami masalah serupa. Masalah ini dikenal dengan Hirasutisme, yakni perempuan dengan hormon Androgen berlebih. Penyebab umum hirsutisme adalah Sindrom Ovarium polikistik, gejala yang terjadi di antaranya; berat badan yang berlebih, jerawat dan menstruasi yang tidak teratur.

Mariam yang sudah 10 tahun melajang, membiarkan jenggotnya tetap tumbuh dan berharap menemukan cinta di Inggris. Mariam mengaku bahagia dengan dirinya sekarang, menganggap jenggot adalah suatu kelebihan.

(fer/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads