Meski Pernah Patah Punggung, Model Cantik Bertekad Jadi Juara Selancar
Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 12 Okt 2012 13:00 WIB
Jakarta
-
Sophia Joy Giljie merupakan salah satu model paruh waktu yang pernah mengalami patah tulang pada punggungnya karena bermain ski. Namun, kecelakaan tersebut tidak membuat wanita berumur 24 tahun ini kehilangan semangatnya untuk menjadi juara selancar selanjutnya dalam Tiree Wave Classic windsurfing competition, Skotlandia.
Wanita yang lahir di Prancis dan dibesarkan di Norwegia itu mengalami kecelakaan patah punggung ketika bekerja sebagai instruktur ski pada tahun 2008 di Pyrenees, Perancis Selatan. Setelah insiden tersebut, Giljie menjalani rehab intensif dan fisioterapi agar punggungnya kembali pulih.
Cedera yang dialami model khusus pakaian renang dan kaca mata itu cukup parah sehingga dia tidak boleh menggunakan tangannya selama 6 minggu. Dia harus menghabiskan beberapa jam dalam sehari secara perlahan untuk mengumpulkan tenaganya supaya bisa bangkit kembali sembari menyelesaikan pendidikannya.
"Saya pikir setelah lulus, saya sudah siap untuk memulai hidup baru saya, tapi ternyata tidak, saya sangat frustasi," ujar Giljie yang dikutip dari Daily Mail.
Giljie mengatakan kalau proses rehabilitasi merupakan perjalanan yang panjang dan membosankan. Dia pun sangat takut kalau tidak bisa berdiri lagi. Namun dengan semangat serta tekad yang kuat, dia bisa memulihkan kesehatannya kembali dan bersiap menghadapi kompetisi yang akan digelar pada akhir minggu ini.
"Sekarang saya baik-baik saja, saya sangat bersemangat dan tidak sabar menunggu kembali ke Tiree," papar wanita lulusan Universitas St. Andrews.
Kompetisi selancar ini didukung oleh EventScotlan yang merupakan acara terpenting dan terlama dalam tur ketiga British Wavessailing Association’s UK Wave setelah event di Wales dan Irlandia. Acara ini diadakan selama seminggu di pulau terpencil Inner-Hebridean, Tiree.
Kini, Giljie sudah menempati peringkat kedua dan mempersiapkan diri untuk menjadi juara selancar di Inggris. "Kompetisi ini benar-benar mengagumkan, mereka sudah seperti keluarga sendiri. Mereka memperlakukan saya sangat baik dan saya sangat senang dan bersemangat karena semua mendukung, saya cinta suasananya dan semua kondisinya baik," ujar Giljie.
(fer/fer)
Wanita yang lahir di Prancis dan dibesarkan di Norwegia itu mengalami kecelakaan patah punggung ketika bekerja sebagai instruktur ski pada tahun 2008 di Pyrenees, Perancis Selatan. Setelah insiden tersebut, Giljie menjalani rehab intensif dan fisioterapi agar punggungnya kembali pulih.
Cedera yang dialami model khusus pakaian renang dan kaca mata itu cukup parah sehingga dia tidak boleh menggunakan tangannya selama 6 minggu. Dia harus menghabiskan beberapa jam dalam sehari secara perlahan untuk mengumpulkan tenaganya supaya bisa bangkit kembali sembari menyelesaikan pendidikannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Giljie mengatakan kalau proses rehabilitasi merupakan perjalanan yang panjang dan membosankan. Dia pun sangat takut kalau tidak bisa berdiri lagi. Namun dengan semangat serta tekad yang kuat, dia bisa memulihkan kesehatannya kembali dan bersiap menghadapi kompetisi yang akan digelar pada akhir minggu ini.
"Sekarang saya baik-baik saja, saya sangat bersemangat dan tidak sabar menunggu kembali ke Tiree," papar wanita lulusan Universitas St. Andrews.
Kompetisi selancar ini didukung oleh EventScotlan yang merupakan acara terpenting dan terlama dalam tur ketiga British Wavessailing Association’s UK Wave setelah event di Wales dan Irlandia. Acara ini diadakan selama seminggu di pulau terpencil Inner-Hebridean, Tiree.
Kini, Giljie sudah menempati peringkat kedua dan mempersiapkan diri untuk menjadi juara selancar di Inggris. "Kompetisi ini benar-benar mengagumkan, mereka sudah seperti keluarga sendiri. Mereka memperlakukan saya sangat baik dan saya sangat senang dan bersemangat karena semua mendukung, saya cinta suasananya dan semua kondisinya baik," ujar Giljie.
(fer/fer)











































