Istri Kesakitan karena Suami Ingin Bercinta Sampai 1 Jam
Vanda Mustika - wolipop
Rabu, 13 Feb 2013 12:57 WIB
Jakarta
-
Dok berapa lamakah waktu yang normal untuk melakukan hubungan suami-istri? Soalnya jika menuruti nafsu suami bisa mencapai satu jam lebih. Sehingga saya malah merasakan sakit. Bagaimana agar tidak sakit?
(Desi, 27 Tahun)
Jawab:
Hubungan seksual dibagi dalam empat fase, yaitu fase pemanasan (foreplay), fase penetrasi, fase orgasme dan fase pendinginan. Durasi dari setiap fase tergantung dari tiap-tiap pasangan, namun ada batasan tertentu yang masih dianggap normal. Fase pemanasan berfungsi menyiapkan penis dan vagina untuk fase penetrasi. Artinya penis dipersiapkan agar dapat ereksi maksimal, dan vagina dapat memproduksi cairan pelumas yang cukup agar tidak terjadi iritasi saat penetrasi. Fase orgasme merupakan puncak hubungan seksual, pada laki-laki biasanya disertai dengan ejakulasi. Fase pendinginan merupakan fase pemulihan.
Lamanya fase penetrasi juga tergantung dari tiap pasangan, namun untuk minimal waktunya biasanya digunakan patokan 3 menit. Di bawah 3 menit seorang laki-laki dikatakan mengalami ejakulasi dini. Tidak ada batasan waktu maksimal penetrasi yang dianggap normal, biasanya semakin lama dianggap semakin baik karena dianggap dapat memuaskan perempuan, karena biasanya orgasme pada perempuan lebih sulit didapat. Biasanya lebih lama bertahan maka seorang laki-laki dianggap lebih kuat dan lebih perkasa, apalagi usia Anda dan pasangan yang masih sama-sama muda. Namun ada beberapa hal yang mungkin akan menjadi masalah bila penetrasi terlalu lama, misalnya cairan lubrikasi yang menjadi kering (habis), rasa bosan yang dialami perempuan, atau kelelahan yang mungkin dirasakan. Dengan penetrasi yang lama bukan berarti orgasme yang dialami seorang laki-laki menjadi lebih nikmat daripada fase penetrasi yang lebih singkat.
Apa yang Anda dan pasangan alami sebenarnya dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Anda perlu menjelaskan kepada suami Anda bahwa durasi penetrasi selama ini Anda rasakan terlalu lama, sehingga bukannya kenikmatan yang Anda rasakan malah Anda merasa nyeri. Anda pun perlu mengetahui apa alasan suami menginginkan durasi yang lama hingga 1 jam. Bisa jadi suami dengan sengaja menunda-nunda ejakulasinya untuk dapat memuaskan Anda, atau mungkin posisi penetrasi tidak dapat memberikan kenikmatan penuh untuk suami Anda sehingga sulit untuk mencapai ejakulasi.
Setelah dikomunikasikan secara terbuka maka dapat dicari solusinya bersama-sama. Misalnya untuk mempercepat orgasme suami Anda dapat dicari posisi yang paling memberikan kenikmatan, atau minta suami Anda untuk lebih fokus (konsentrasi) mencapai orgasme dan tidak berpikir ke hal-hal lain selama penetrasi penis ke dalam vagina. Untuk Andapun selama penetrasi harus berusaha menghindari rasa bosan ataupun pikiran yang beralih ke hal-hal lain, karena bila Anda tidak lagi menikmati hubungan seksual tersebut maka secara otomatis produksi cairan lubrikasi akan berhenti dan vagina Anda akan menjadi kering sehingga sulit bahkan terasa sakit jika penetrasi dilanjutkan. Selain itu Anda berdua dapat mengusahakan agar selama hubungan seksual tidak hanya diam, desahan-desahan atau kata-kata tertentu dapat menambah gairah dalam hubungan seksual yang akan mempercepat orgasme baik pada Anda maupun suami. Jika ternyata Anda masih merasa nyeri Anda dapat menggunakan cairan lubrikasi tambahan yang berbentuk gel yang dapat dibeli di apotik dan toko obat terdekat. Selamat mencoba.
(eny/eny)
(Desi, 27 Tahun)
Jawab:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lamanya fase penetrasi juga tergantung dari tiap pasangan, namun untuk minimal waktunya biasanya digunakan patokan 3 menit. Di bawah 3 menit seorang laki-laki dikatakan mengalami ejakulasi dini. Tidak ada batasan waktu maksimal penetrasi yang dianggap normal, biasanya semakin lama dianggap semakin baik karena dianggap dapat memuaskan perempuan, karena biasanya orgasme pada perempuan lebih sulit didapat. Biasanya lebih lama bertahan maka seorang laki-laki dianggap lebih kuat dan lebih perkasa, apalagi usia Anda dan pasangan yang masih sama-sama muda. Namun ada beberapa hal yang mungkin akan menjadi masalah bila penetrasi terlalu lama, misalnya cairan lubrikasi yang menjadi kering (habis), rasa bosan yang dialami perempuan, atau kelelahan yang mungkin dirasakan. Dengan penetrasi yang lama bukan berarti orgasme yang dialami seorang laki-laki menjadi lebih nikmat daripada fase penetrasi yang lebih singkat.
Apa yang Anda dan pasangan alami sebenarnya dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Anda perlu menjelaskan kepada suami Anda bahwa durasi penetrasi selama ini Anda rasakan terlalu lama, sehingga bukannya kenikmatan yang Anda rasakan malah Anda merasa nyeri. Anda pun perlu mengetahui apa alasan suami menginginkan durasi yang lama hingga 1 jam. Bisa jadi suami dengan sengaja menunda-nunda ejakulasinya untuk dapat memuaskan Anda, atau mungkin posisi penetrasi tidak dapat memberikan kenikmatan penuh untuk suami Anda sehingga sulit untuk mencapai ejakulasi.
Setelah dikomunikasikan secara terbuka maka dapat dicari solusinya bersama-sama. Misalnya untuk mempercepat orgasme suami Anda dapat dicari posisi yang paling memberikan kenikmatan, atau minta suami Anda untuk lebih fokus (konsentrasi) mencapai orgasme dan tidak berpikir ke hal-hal lain selama penetrasi penis ke dalam vagina. Untuk Andapun selama penetrasi harus berusaha menghindari rasa bosan ataupun pikiran yang beralih ke hal-hal lain, karena bila Anda tidak lagi menikmati hubungan seksual tersebut maka secara otomatis produksi cairan lubrikasi akan berhenti dan vagina Anda akan menjadi kering sehingga sulit bahkan terasa sakit jika penetrasi dilanjutkan. Selain itu Anda berdua dapat mengusahakan agar selama hubungan seksual tidak hanya diam, desahan-desahan atau kata-kata tertentu dapat menambah gairah dalam hubungan seksual yang akan mempercepat orgasme baik pada Anda maupun suami. Jika ternyata Anda masih merasa nyeri Anda dapat menggunakan cairan lubrikasi tambahan yang berbentuk gel yang dapat dibeli di apotik dan toko obat terdekat. Selamat mencoba.
(eny/eny)











































