Warisan Mode Indonesia yang Punah Termakan Tren & Kenyamanan
wolipop
Kamis, 16 Agu 2012 15:00 WIB
Jakarta
-
Hari Kemerdekaan sudah di depan mata, rasa nasionalisme pun sedikit bertambah meskipun sebatas menaikkan bendera merah putih di depan rumah. Perayaan hingga karnaval pun dijelang di komplek rumah dan sekolah si kecil (jika sudah punya momongan). Euforia pun dirayakan dalam batas kemampuan dan larut dalam kemeriahan.
Jika teringat masa lalu dimana kita masih duduk di bangku taman kanak-kanak, menyambut Hari Kemerdekaan atau Hari Kartini, para murid telah diperkenalkan pada dress code pertamanya sebagai makhkluk sosial, yakni baju adat. Dresscode ini terlihat begitu meriah dengan keragaman busana dari berbagai suku hingga daerah yang memiliki adat istiadat masing-masing.
Kini, tradisi tersebut pun mulai ditinggalkan. Tidak banyak orangtua yang mau direpotkan membuat atau mencari baju adat si kecil? Apalagi kesibukan mencari nafkah dan waktu senggang untuk bersantai semakin menuntut waktu. Inilah akar dimana rasa nasionalisme yang paling sederhana mulai luntur.
Baju adat disepelekan, maka generasi mendatang tidak merasakan adanya relevansi untuk menjunjung tinggi busana asalnya. Beranjak dewasa, identitas adat istiadat semakin terlupakan dengan kekinian tren sehingga imbasnya pada perputaran roda industri kain tradisional semakin tersendat. Pengrajinpun kehilangan lapangan pekerjaan.
Berangkat dari sini, Wolipop berusaha mengangkat warisan budaya Indonesia yang berkaitan erat dengan mode, yakni industri busana adat dan etnik. Wolifriends yang setia mengikuti perkembangan Wolipop pasti tak melewatkan artikel bertemakan 'Indonesian Heritage,' dimana kami dari tim redaksi mengangkat perkembangan busana tradisional dari dulu hingga kini.
Para ahli pun kami libatkan seperti desainer Era Soekamto yang kerap mengangkat tema tradisional di setiap karyanya. Tak ketinggalan pakar kain dan tenun Indonesia, Koestriastuti Koestedjo dari perkumpulan Cita Tenun Indonesia yang tak hentinya memperuangkan kesejahteraan pengrajin dengan memajukan tenun ke pasar internasional.
Dari bincang intim dan berbobot dengan mereka, ditunjang dengan edukasi dari berbagai sumber, simaklah artikel-artikel seputar modifikasi berbagai busana tradisional dari berbagai pulau di Indonesia. Niscaya setelah membaca serangkaian wacana ini, kita semakin cinta akan warisan budaya sendiri dan ambil peran dalam melestarikannya.
Berbagai artikel mengenai warisan budaya ini, bisa disimak di sini.
(fer/eny)
Jika teringat masa lalu dimana kita masih duduk di bangku taman kanak-kanak, menyambut Hari Kemerdekaan atau Hari Kartini, para murid telah diperkenalkan pada dress code pertamanya sebagai makhkluk sosial, yakni baju adat. Dresscode ini terlihat begitu meriah dengan keragaman busana dari berbagai suku hingga daerah yang memiliki adat istiadat masing-masing.
Kini, tradisi tersebut pun mulai ditinggalkan. Tidak banyak orangtua yang mau direpotkan membuat atau mencari baju adat si kecil? Apalagi kesibukan mencari nafkah dan waktu senggang untuk bersantai semakin menuntut waktu. Inilah akar dimana rasa nasionalisme yang paling sederhana mulai luntur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berangkat dari sini, Wolipop berusaha mengangkat warisan budaya Indonesia yang berkaitan erat dengan mode, yakni industri busana adat dan etnik. Wolifriends yang setia mengikuti perkembangan Wolipop pasti tak melewatkan artikel bertemakan 'Indonesian Heritage,' dimana kami dari tim redaksi mengangkat perkembangan busana tradisional dari dulu hingga kini.
Para ahli pun kami libatkan seperti desainer Era Soekamto yang kerap mengangkat tema tradisional di setiap karyanya. Tak ketinggalan pakar kain dan tenun Indonesia, Koestriastuti Koestedjo dari perkumpulan Cita Tenun Indonesia yang tak hentinya memperuangkan kesejahteraan pengrajin dengan memajukan tenun ke pasar internasional.
Dari bincang intim dan berbobot dengan mereka, ditunjang dengan edukasi dari berbagai sumber, simaklah artikel-artikel seputar modifikasi berbagai busana tradisional dari berbagai pulau di Indonesia. Niscaya setelah membaca serangkaian wacana ini, kita semakin cinta akan warisan budaya sendiri dan ambil peran dalam melestarikannya.
Berbagai artikel mengenai warisan budaya ini, bisa disimak di sini.
(fer/eny)
Pakaian Wanita
Takut Gerah Pakai Tunik? Yang Satu Ini Justru Adem Sepanjang Hari!
Kesehatan
Jangan Asal Makan Gula Saat Buka Puasa! Pakai Stevia untuk Alternatif yang Lebih Aman
Perawatan dan Kecantikan
Sat-Set Tanpa Keramas! Ini Rahasia Rambut Fresh dalam 1 Menit
Perawatan dan Kecantikan
Kurang Tidur Saat Ramadan? 2 Eye Serum Ini Bikin Mata Tetap Fresh Sampai Lebaran
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Sudah Lembur Tapi Gaji Masih Kurang? Ini Voucher Belanja Gratis Buat Kamu
Ada yang Baru di Wolipop, Kamu Bisa Minta Ramal Zodiak
Selamat! Ini Dia 25 Pemenang Detikcom Anti Bokek Awal Tahun
Cara Mudah Dapat Uang Tambahan dari Detikcom Saat Isi Dompet Menipis
Detikcom Bagi-bagi Bonus Buat Kamu yang Gaji Menipis karena Liburan
Most Popular
1
Cantiknya Aaliyah Massaid saat Tedak Siten Baby Arash, Berkebaya & Sanggul
2
Ramalan Zodiak 15 Februari: Aquarius Tetap Fokus, Pisces Singkirkan Keraguan
3
Ini Usia yang Disarankan untuk Mulai Pakai Retinol
4
Viral Verificator
Viral Pernikahan Sederhana Gen Z, Tanpa Musik & Jamuan Mi Instan Jadi Sorotan
5
Ke Manapun Bawa Tumbler, Rossa Kolaborasi dengan Frank Green
MOST COMMENTED











































