Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Diminta Kekasih Menunggu 5 Tahun, Tetap Bertahan atau Putus?

Chantal Della Concetta - wolipop
Senin, 28 Mei 2012 10:46 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Wolipop
Jakarta -

Dear Chantal, saya mau bertanya. Saya sudah berhubungan dua tahun lebih. Pacar saya sebentar lagi memutuskan bekerja di pelayaran dan dia hanya pulang enam bulan sekali, itu pun diberi dua minggu saja. Ketika saya menanyakan tentang keseriusan hubungan kita, saya bilang apa saya harus menunggu atau saya lepaskan kamu saja, dia tidak memberikan jawaban pasti hanya saja jika mau menunggu saya akan datang untuk melamar tapi itu semua tergantung Allah, percayakan padaNya saja.

Tapi di satu hal lain jika saya menunggu dia pun belum bisa memastikan langsung menikahi saya karena dia ingin berbakti dulu sama orangtuanya dia bilang ingin membiayai dan mensejahterakan keluarganya karena dia anak laki-laki pertama dari kakak-kakak perempuannya dan adik-adiknya juga. Dari posisi dia seperti itu dia mempunyai tanggung jawab besar kepada ibunya karna ayahnya meninggalkan mereka dari kecil.

Pada akhirnya dia bilang saya akan menikahi kamu setelah lima tahun ke depan. Jika dihitung umur saya lima tahun ke depan 27 tahun dan saya punya target menikah 25 tahun maksimal. Apa yang harus saya lakukan? Jika saya menunggu dia dan menikah dengan usia cukup tua, atau saya meninggalkannya sedangkan saya sangat sayang padanya? Atau ada solusi lain mbak. Terimakasih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Adhiyani, 22 Tahun)

Jawab:

Dear Adhiyani, pertama-tama kalau kamu cinta sama pacarmu dan ingin menikah dengannya kelak, maka kamu harus pikirkan apakah siap menjadi istri seseorang yang kerja di pelayaran? Kamu toh sudah tahu risikonya, jarang pulang dan pulang pun hanya sebentar.

Kedua, mengenai tanggung jawabnya kepada orangtua dan adik-adiknya tentunya itu adalah pilihan dari pacarmu. Dan saya menghargai dia bilang di awal bahwa dia punya tanggung jawab itu, sehingga bisa jadi bahan pertimbangan kamu juga, apakah kamu mau untuk "berbagi" dengan keluarganya?

Ketiga, usia 27 tahun belum terlalu tua untuk menikah, dan kamu masih akan punya kesempatan untuk punya anak bahkan sampai usia 40 tahun (tentu dengan dukungan medis yang baik). Dan terakhir, menurut saya tidak baik jika kelak kamu memutuskan menikah hanya karena "harus" menikah bukan karena alasan sudah siap untuk menikah.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads