Malas Mengganti Seprai? Siap-Siap Terserang Sejumlah Alergi
Advertorial - wolipop
Rabu, 09 Des 2015 00:00 WIB
Jakarta
-
Ada beberapa alasan yang seringkali membuat Anda malas mengganti seprai atau bed cover. Selain karena malas mencucinya biasanya semakin lama dipakai aroma seprai dan bed cover akan lebih enak. Tidur terasa lebih nyaman. Benar atau tidak?
Jika Anda termasuk malas mengganti seprai, hati-hati. Bukannya mengurangi beban mencuci atau bisa tidur lebih nyaman. Masalah kesehatan yang lebih serius dapat Anda alami. Ini dikarenakan seprai dan bed cover yang tidak terjaga kehigienisannya dapat menjadi tempat hidup ‘rajanya’ allergen, yaitu tungau.
Beberapa gejala alergi tungau yang dapat Anda dan keluarga alami adalah bersin-bersin, hidung tersumbat, mata gatal dan merah, sesak atau gatal pada kulit. Coba ingat-ingat, jika sering mengalami gejala-gejala tersebut jangan salahkan udara dingin, makanan atau hewan peliharaan yang tidak berdosa. Jangan-jangan penyebab alergi Anda selama ini adalah tungau.
Tungau adalah hewan arthropoda yang ukurannya mikroskopis, hanya 0,30 mm. Hewan ini sangat cepat berkembang biak dan gemar hidup berkelompok di benda-benda yang seringkali digunakan manusia. Misalnya saja, sofa kesayangan, tempat tidur, selimut, bed cover, gordyn hingga karpet. Satu dari tiga orang Indonesia mengalami alergi dan kebanyakan alergi disebabkan oleh tungau.

Tungau bertahan hidup dengan memakan sisa-sisa kulit mati yang secara tidak disadari dilepaskan oleh manusia. Ini mengapa tungau sering disebut nyaris seperti parasit bagi manusia. Lalu apa yang menjadikan tungau allergen nomor wahid?
Jawabannya, protein yang dilepaskan tungau melalui feses-nya dan tubuh tungau yang sudah mati. Karena berukuran mikroskopis, dua hal tersebut dapat dengan mudah terhirup manusia melalui saluran pernafasan. Selain itu mudah juga menempel pada kulit.
Ukuran feses tungau hanya 0.01 – 0,04 mm. Jika sudah mengering, dapat terpecah menjadi partikel-partikel yang ukurannya hanya 1 mikron. Sebuah percobaan memperoleh fakta bahwa satu tungau dapat menelurkan 50-80 telur yang akan berkembang menjadi tungau dewasa dalam waktu hanya 80 hari. Satu tungau dapat menghasilkan 20 partikel feses setiap harinya. Sangat mengerikan.
Lebih berbahaya lagi jika Anda punya anggota keluarga yang berusia balita. Berdasarkan sebuah riset, 60% alergi biasanya menyerang di usia yang sangat dini. Selain itu, jika sudah memiliki satu alergi, resiko meningkatnya kesensitifan terhadap allergen lain akan lebih besar. Kondisi ini disebut allergy march. Bukan tidak mungkin saat ini si kecil hanya alergi tungau, tapi di usia dewasa ia punya alergi lebih banyak lagi.
Untuk melindungi keluarga dari allergen ini sebenarnya tidaklah rumit. Anda dapat memerangi tungau dengan menjaga kebersihan. Idealnya seprai dan bed cover diganti setiap dua minggu sekali. Sementara sarung bantal lebih baik diganti dua hari atau seminggu sekali. Untuk karpet, sofa dan gordyn seharusnya dibersihkan setiap hari karena biasanya bahan pembuat ketiga peralatan rumah itu lebih mudah menyerap debu dan kotoran.

Untuk melindungi diri Anda dan anggota keluarga dari bahaya tungau secara lebih maksimal saat ini ada produk yang bernama Sharp Vacuum Cleaner Mite Catcher EC – HX 100. Produk inovasi terbaru Sharp ini punya bentuk dan cara kerjanya hampir sama dengan vacuum cleaner. Ukurannya pun lumayan kecil dan ringkas.
Sharp Vacuum Cleaner Mite Catcher EC – HX bekerja dengan dua langkah. Pertama menyemburkan uap panas yang dapat memancing tungau keluar dari persembunyian, kemudian menyedot tungau dengan kombinasi putaran sentrifugal di dalamnya. Sekitar 99% tungau dapat dibasmi. Selain itu Sharp Vacuum Cleaner Mite Catcher EC – HX juga melepaskan ion Plasmacluster yang dapat menghalau aroma tak sedap dan membuat udara lebih bersih.
(adv/adv)
Jika Anda termasuk malas mengganti seprai, hati-hati. Bukannya mengurangi beban mencuci atau bisa tidur lebih nyaman. Masalah kesehatan yang lebih serius dapat Anda alami. Ini dikarenakan seprai dan bed cover yang tidak terjaga kehigienisannya dapat menjadi tempat hidup ‘rajanya’ allergen, yaitu tungau.
Beberapa gejala alergi tungau yang dapat Anda dan keluarga alami adalah bersin-bersin, hidung tersumbat, mata gatal dan merah, sesak atau gatal pada kulit. Coba ingat-ingat, jika sering mengalami gejala-gejala tersebut jangan salahkan udara dingin, makanan atau hewan peliharaan yang tidak berdosa. Jangan-jangan penyebab alergi Anda selama ini adalah tungau.
Tungau adalah hewan arthropoda yang ukurannya mikroskopis, hanya 0,30 mm. Hewan ini sangat cepat berkembang biak dan gemar hidup berkelompok di benda-benda yang seringkali digunakan manusia. Misalnya saja, sofa kesayangan, tempat tidur, selimut, bed cover, gordyn hingga karpet. Satu dari tiga orang Indonesia mengalami alergi dan kebanyakan alergi disebabkan oleh tungau.

Tungau bertahan hidup dengan memakan sisa-sisa kulit mati yang secara tidak disadari dilepaskan oleh manusia. Ini mengapa tungau sering disebut nyaris seperti parasit bagi manusia. Lalu apa yang menjadikan tungau allergen nomor wahid?
Jawabannya, protein yang dilepaskan tungau melalui feses-nya dan tubuh tungau yang sudah mati. Karena berukuran mikroskopis, dua hal tersebut dapat dengan mudah terhirup manusia melalui saluran pernafasan. Selain itu mudah juga menempel pada kulit.
Ukuran feses tungau hanya 0.01 – 0,04 mm. Jika sudah mengering, dapat terpecah menjadi partikel-partikel yang ukurannya hanya 1 mikron. Sebuah percobaan memperoleh fakta bahwa satu tungau dapat menelurkan 50-80 telur yang akan berkembang menjadi tungau dewasa dalam waktu hanya 80 hari. Satu tungau dapat menghasilkan 20 partikel feses setiap harinya. Sangat mengerikan.
Lebih berbahaya lagi jika Anda punya anggota keluarga yang berusia balita. Berdasarkan sebuah riset, 60% alergi biasanya menyerang di usia yang sangat dini. Selain itu, jika sudah memiliki satu alergi, resiko meningkatnya kesensitifan terhadap allergen lain akan lebih besar. Kondisi ini disebut allergy march. Bukan tidak mungkin saat ini si kecil hanya alergi tungau, tapi di usia dewasa ia punya alergi lebih banyak lagi.
Untuk melindungi keluarga dari allergen ini sebenarnya tidaklah rumit. Anda dapat memerangi tungau dengan menjaga kebersihan. Idealnya seprai dan bed cover diganti setiap dua minggu sekali. Sementara sarung bantal lebih baik diganti dua hari atau seminggu sekali. Untuk karpet, sofa dan gordyn seharusnya dibersihkan setiap hari karena biasanya bahan pembuat ketiga peralatan rumah itu lebih mudah menyerap debu dan kotoran.

Untuk melindungi diri Anda dan anggota keluarga dari bahaya tungau secara lebih maksimal saat ini ada produk yang bernama Sharp Vacuum Cleaner Mite Catcher EC – HX 100. Produk inovasi terbaru Sharp ini punya bentuk dan cara kerjanya hampir sama dengan vacuum cleaner. Ukurannya pun lumayan kecil dan ringkas.
Sharp Vacuum Cleaner Mite Catcher EC – HX bekerja dengan dua langkah. Pertama menyemburkan uap panas yang dapat memancing tungau keluar dari persembunyian, kemudian menyedot tungau dengan kombinasi putaran sentrifugal di dalamnya. Sekitar 99% tungau dapat dibasmi. Selain itu Sharp Vacuum Cleaner Mite Catcher EC – HX juga melepaskan ion Plasmacluster yang dapat menghalau aroma tak sedap dan membuat udara lebih bersih.
(adv/adv)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Most Popular
1
TikTok Viral Verificator
Viral! Pengantin Bagikan Souvenir 100 Anak Ayam Warna-warni, Tuai Kritik
2
Potret Moana Anak Ria Ricis, Sudah Jadi Juragan Kos-kosan di Usia 3 Tahun
3
Daftar Tanggal Cantik 2026, Cocok Untuk Lamar Kekasih Hingga Gelar Pernikahan
4
Ramalan Zodiak 9 Januari: Libra Pemasukan Stabil, Scorpio Kerja Keras
5
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
MOST COMMENTED











































