Ingin Mahir Menulis Fiksi? Ini Tipsnya dari Dewi Lestari
Untuk menjadi penulis sukses yang menelurkan buku-buku best seller seperti Dewi Lestari tidaklah mudah. Menurut wanita yang akrab disapa Dee itu, seseorang baru bisa disebut penulis profesional jika sudah menerbitkan lebih dari 2 buku. Proses yang dibutuhkan untuk bisa melahirkan suatu buku juga memakan waktu lama.
Dalam workshop menulis fiksi bersama Sunsilk di ARTOTEL Jakarta, Sabtu (24/5), Dewi bercerita bahwa dia mulai menulis sejak umur 9 tahun. Namun buku pertamanya, Supernova baru terbit 16 tahun kemudian. Tepat saat dia berusia 25 tahun. Demikian pula dengan buku-buku lainnya. Seperti Perahu Kertas yang baru bisa diselesaikan belasan tahun kemudian sejak idenya pertama kali muncul.
Dewi pun menginspirasi para peserta workshop yang merupakan perempuan berusia 19-25 tahun dari seluruh Indonesia itu agar selalu gatal. “Penulis harus punya dalam istilah saya itu, gatal yang tak kunjung usai. Saya harus menulis. Tidak bisa kalau tidak menulis. Makanya saya menyarankan kalian punya celengan ide,” jelas Dewi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewi juga berbagi tips bagaimana supaya karya kita lebih mudah diterbitkan atau dimuat. “Punya ejaan yang rapi menjadi nilai plus ke penerbit. Ini menunjukkan wawasan, ketelitian dan komitmen kita sebagai penulis. Ingat juga bahwa menulis itu seperti otot yang harus dilatih setiap hari. Penulis sukses merupakan hasil dari 90% bakat dan 90% kerja keras,” tegas Dewi.
Workshop menulis fiksi level 1 bersama Dewi Lestari merupakan program Sunsilk Indonesia. Pemenang kompetisi menulis “Kuatnya Kelembutan” diberikan kesempatan mengikuti workshop menulis gratis untuk meningkatkan kemampuannya. Terinspirasi dari varian Sunsilk Soft & Smooth, diharapkan wanita Indonesia dapat menyadari bahwa di balik setiap kelembutan ada kekuatan yang tersembunyi.
(adv/adv)











































