Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ingin Mahir Menulis Fiksi? Ini Tipsnya dari Dewi Lestari

wolipop
Jumat, 06 Jun 2014 00:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta -

Untuk menjadi penulis sukses yang menelurkan buku-buku best seller seperti Dewi Lestari tidaklah mudah. Menurut wanita yang akrab disapa Dee itu, seseorang baru bisa disebut penulis profesional jika sudah menerbitkan lebih dari 2 buku. Proses yang dibutuhkan untuk bisa melahirkan suatu buku juga memakan waktu lama.

Dalam workshop menulis fiksi bersama Sunsilk di ARTOTEL Jakarta, Sabtu (24/5), Dewi bercerita bahwa dia mulai menulis sejak umur 9 tahun. Namun buku pertamanya, Supernova baru terbit 16 tahun kemudian. Tepat saat dia berusia 25 tahun. Demikian pula dengan buku-buku lainnya. Seperti Perahu Kertas yang baru bisa diselesaikan belasan tahun kemudian sejak idenya pertama kali muncul.

Dewi pun menginspirasi para peserta workshop yang merupakan perempuan berusia 19-25 tahun dari seluruh Indonesia itu agar selalu gatal. “Penulis harus punya dalam istilah saya itu, gatal yang tak kunjung usai. Saya harus menulis. Tidak bisa kalau tidak menulis. Makanya saya menyarankan kalian punya celengan ide,” jelas Dewi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Celengan ide ala Dewi Lestari bisa dalam bentuk buku, kertas, smartphone, tablet PC atau apa pun itu. Fungsinya untuk mencatat ide yang terlintas di pikiran kita saat melihat suatu kejadian atau mengamati sesuatu/seseorang. “Sebagai penulis, kita harus membiasakan memelihara pikiran ke-2. Selagi masih fresh, langsung catat di celengan ide. Biarkan saja sampai beberapa tahun kemudian. Saat kita membutuhkannya, kita bisa melihat celengan ide,” papar Dewi panjang lebar.

Dewi juga berbagi tips bagaimana supaya karya kita lebih mudah diterbitkan atau dimuat. “Punya ejaan yang rapi menjadi nilai plus ke penerbit. Ini menunjukkan wawasan, ketelitian dan komitmen kita sebagai penulis. Ingat juga bahwa menulis itu seperti otot yang harus dilatih setiap hari. Penulis sukses merupakan hasil dari 90% bakat dan 90% kerja keras,” tegas Dewi.

Workshop menulis fiksi level 1 bersama Dewi Lestari merupakan program Sunsilk Indonesia. Pemenang kompetisi menulis “Kuatnya Kelembutan” diberikan kesempatan mengikuti workshop menulis gratis untuk meningkatkan kemampuannya. Terinspirasi dari varian Sunsilk Soft & Smooth, diharapkan wanita Indonesia dapat menyadari bahwa di balik setiap kelembutan ada kekuatan yang tersembunyi.

(adv/adv)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads