Otak Anak Tidak Pernah Tidur!
wolipop
Senin, 16 Apr 2012 01:00 WIB
Jakarta
-
Tahukah Bunda? Di malam hari, ada satu anggota tubuh terpenting anak yang tidak ikut tidur. Dia adalah OTAK. Meski tubuh sedang beristirahat, otak anak masih terus bekerja mengolah informasi yang diterima sepanjang hari, untuk lalu digunakan keesokan harinya.
Baru-baru ini para peneliti yang bergerak di bidang perkembangan otak anak menemukan penelitian yang diberi nama 10/40. Apa itu? 10/40 adalah hasil penelitian yang menemukan bahwa; meski berat rata-rata otak anak usia 1 – 6 tahun kurang dari 10% berat tubuh, kebutuhan energi otak lebih dari 40% total kebutuhan energi yang masuk ke dalam tubuh.
Berarti, 40% makanan yang dikonsumsi anak diserap untuk aktivitas otaknya. Fakta ini didapat dari artikel berjudul Effects of Brain Evolution on Human Nutrition and Metabolism karya WR Leonard yang dipublikasikan pada tahun 2007.
Lalu bagaimana supaya anak tetap sehat dan mendapat asupan energi yang cukup untuk otaknya ketika sedang tidur? Hati-hati, makanan cepat saji yang mengandung banyak gula sehingga menjadikan anak hiperaktif dan susah tidur.
Energi yang diperoleh dari gula (sukrosa) tidak bertahan lama sehingga kebutuhan energi otak untuk bekerja saat anak tidur tidak terpenuhi sempurna. Ingat, asupan yang tepat membuat energi tetap tersalurkan meski anak sedang tidur dan otak bisa bekerja dengan baik mengolah informasi yang diperolehnya seharian.
Ingin tahu lebih banyak mengenai energi yang dibutuhkan otak anak? Mari perkaya pengetahuan Bunda lewat Brain Quiz. Selain memperoleh pengetahuan baru, Bunda juga bisa mendapat beragam hadiah menarik setiap minggunya!
(adv/adv)
Baru-baru ini para peneliti yang bergerak di bidang perkembangan otak anak menemukan penelitian yang diberi nama 10/40. Apa itu? 10/40 adalah hasil penelitian yang menemukan bahwa; meski berat rata-rata otak anak usia 1 – 6 tahun kurang dari 10% berat tubuh, kebutuhan energi otak lebih dari 40% total kebutuhan energi yang masuk ke dalam tubuh.
Berarti, 40% makanan yang dikonsumsi anak diserap untuk aktivitas otaknya. Fakta ini didapat dari artikel berjudul Effects of Brain Evolution on Human Nutrition and Metabolism karya WR Leonard yang dipublikasikan pada tahun 2007.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Energi yang diperoleh dari gula (sukrosa) tidak bertahan lama sehingga kebutuhan energi otak untuk bekerja saat anak tidur tidak terpenuhi sempurna. Ingat, asupan yang tepat membuat energi tetap tersalurkan meski anak sedang tidur dan otak bisa bekerja dengan baik mengolah informasi yang diperolehnya seharian.
Ingin tahu lebih banyak mengenai energi yang dibutuhkan otak anak? Mari perkaya pengetahuan Bunda lewat Brain Quiz. Selain memperoleh pengetahuan baru, Bunda juga bisa mendapat beragam hadiah menarik setiap minggunya!
(adv/adv)
Home & Living
Kaligrafi Dinding Asmaul Husna yang Bikin Rumah Terasa Lebih Hangat Selama Ramadan
Home & Living
Nasi Putih Lebih Sehat Saat Sahur & Berbuka? Rice Cooker Low Sugar Ini Lebih Sehat
Home & Living
Masak Sahur & Berbuka Lebih Sehat Tanpa Minyak? Air Fryer Kaca Transparan Ini Bikin Praktis
Home & Living
Karpet untuk Di Rumah Anti Slip yang Bikin Ruang Tamu Terlihat Lebih Mewah
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Most Popular
1
Tanpa Filter, Potret Kulit Wajah Tasya Farasya Dari Dekat
2
Rambut Mudah Rontok dan Beruban? Ini Antioksidan yang Wajib Kamu Coba
3
Sarah Ferguson Menghilang di Tengah Skandal Jeffrey Epstein, Ternyata Direhab
4
Kim Do Hoon Tuai Kritik Elus Tangan Karina aespa, Ini Penjelasannya
5
Anaknya Divonis 7 Kelainan Jantung, Kisah Shinta Dirikan Brand Heart Troops
MOST COMMENTED











































