Kisah 2 Pramugari Cantik Jadi Korban Pandemi, Cari Nafkah Jual Lontong Sayur

Gresnia Arela Febriani - wolipop Kamis, 01 Jul 2021 16:41 WIB
Kisah viral dulu pramugari, kini menjual lontong sayur. Foto Qorry (kiri) dan Meitry (kanan). Foto: Dok. Tangkap layar akun Instagram @lontongsayur.ku.
Jakarta -

Nama Meitry Nurfazrina mendadak viral. Pasalnya ia adalah mantan pramugari yang kini mencari nafkah dengan berjualan lontong sayur bersama temannya yang bernama Qorry Natawijaya. Kisah keduanya menjadi atensi netizen sejak video TikToknya beredar di media sosial.

Melalui akun TikTok pribadinya @qorrynatawijaya, Qorry awalnya membagikan kisah bagaimana profesi pramugari yang dijalaninya kini hanya tinggal cerita. Dia beralih profesi berjualan sate nasi balap puyung khas Lombok, NTB.

"Pramugari tinggal cerita. Dari kecil pengen jadi pramugari. Terus siapin usaha untuk pensiun nanti. Sampai riset ke Lombok dua minggu. Akhirnya jadi warung kecil ini. Pernah 28 jam gak tidur karena pulang terbang harus gantiin karyawan yang izin," tulis Qorry.

"Tiba-tiba pandemi kontrak kerja tidak diperpanjang. Fokus kembangin usaha. Karena semakin ramai ambil dua kios biar lebih luas. Alhamdulillah banget sampai bisa buka cabang," lanjut Qorry.

Kisah viral dulu pramugari, kini menjual lontong sayur.Kisah viral dulu pramugari, kini menjual lontong sayur. Foto: Dok. Tangkap layar Instagram @qorrynatawijaya.

Meitry sebelumnya juga mempunyai usaha sate taichan bersama Qorry. Setelah itu Meitry dan Qorry sepakat untuk membangun usaha lontong sayur pada 14 Februari 2021. Usaha itu dibuat mereka setelah masa kontrak di sebuah maskapai diputus karena pandemi dan mereka dirumahkan selama enam bulan tanpa digaji.

Setelah viral, Meitry dan Qorry diundang oleh Rumpi Transtv untuk berbagi kisah mereka. Dalam tayangan televisi pada Rabu (30/6/2021), Meitry menceritakan kisahnya yang dulu bekerja sebagai pramugari, kini banting setir berjualan lontong sayur.

"Aku berhentinya (jadi pramugari) sudah satu tahun. Cita-citaku memang ingin menjadi pramugari," kata Meitry.

Wanita berhijab itu menjelaskan jika masih sering bertemu dengan rekannya sesama pramugari. Bahkan ada yang mendukung usahanya.

"Aku juga jualannya dekat dengan bandara. Aku masih bertemu dengan temanku yang masih terbang. Ada yang beli lontongku juga," ujar Meitry.

Kisah Meitry dulunya pramugari kini berjualan lontong sayur.Kisah Meitry dulunya pramugari kini berjualan lontong sayur. Foto: Dok. Rumpi Transtv.

Ketika ditanya kondisi saat ini, ia mengaku pasrah dan bersyukur. Namun ia juga merasa sedih ketika kehilangan pekerjaannya sebagai pramugari.

"Yang aku rasain ya campur aduk sih. Ada senang dan sedih juga. Senangnya dalam kondisi aku sekarang ini aku lebih banyak bersyukur. Yang bikin aku sedih, menjadi pramugari ini kan merupakan impian aku. Dan sangat sulit sekali untuk mendapatkan pekerjaan ini. Ya sedih aja kehilangan pekerjaan ini," tutur Meitry panjang lebar.

Kisah Meitry dulunya pramugari kini berjualan lontong sayur.Kisah Meitry dulunya pramugari kini berjualan lontong sayur. Foto: Dok. Rumpi Transtv.

Ide Jualan Lontong Sayur

Ketika diberhentikan sementara dari perusahaan selama enam bulan, Meitry langsung memutuskan untuk membuka usaha. Dia memilih berjualan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Memang si ada perasaan (gengsi) tapi sebelum perusahaan itu merumahkan dulu selama enam bulan. Aku belum langsung berjualan lontong sayur. Aku jualan usaha lumpia basah khas Bandung. Setelah ada surat PHK, baru aku berjualan lontong sayur," terangnya.

Lontong sayurnya tersebut dijual dari harga Rp 13 ribu - Rp 25 ribu. Dia membuka usaha lontong sayur dari Selasa - Minggu pukul 06.00 WIB - 11.00 WIB dan 16.00 WIb - 21.00 WIB.

Kisah Meitry dulunya pramugari kini berjualan lontong sayur.Kisah Meitry dulunya pramugari kini berjualan lontong sayur. Foto: Dok. Rumpi Transtv.
(gaf/eny)