Kisah Sukses Pebisnis Lokal, Raup Untung Besar Selama Pandemi

Nurcholis Maarif - wolipop Sabtu, 21 Nov 2020 16:03 WIB
Shopee Foto: Shopee
Jakarta -

Titan Tyra mengaku tak menyangka baru dua hari meluncurkan produk pertama bisnis kosmetik Secondate Beauty pada bulan Maret lalu, ternyata ada kebijakan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ia sempat berpikir bagaimana cara mempertahankan bisnis ke depannya.

"We actually officially launch at the end of march, dan fun fact kita launch party-nya itu 2 hari sebelum Pak Jokowi meng-issue PSBB pertama. Jadi bayangin aja, kita itu kalau dipikir-pikir, launch bisnis benar-benar di masa pandemi, kalang kabut," ujar Titan dalam ShopeePay Talk, Jumat (20/11/2020).

"Warehouse harus pindah. Tiba-tiba semua orang WFH, apalagi jualnya make up, kita sampai takut ada nggak yah orang yang di rumah aja mau pake make up. Untungnya dengan adanya dunia online bisa berjalan dengan lancar," imbuhnya.

Namun, Co-Founder and Creative Director Secondate Beauty tersebut mengaku beruntung juga meluncurkan produk pertamanya saat pandemi. Sebab tidak ada perbandingan penjualan bisnisnya turun atau naik sebelum pandemi.

Ia hanya berekspektasi memesan produk pertamanya berupa lip tint dari laboratorium dengan jumlah minimal karena belum tahu pasar. Ia juga mengira kemungkinan 100 hingga 200 lip tint bisa terjual dalam seminggu, namun realitanya bisnisnya meledak.

"Oh seminggu paling 100-200 lip tint lah. Tidak menyangka dalam 7 menit bisa menjual semua quantity yang kita pesan dari lab. Jadi in a way bersyukur banget, tapi in a way itu jadi problem yang gede banget karena di saat itu kita banyak hujatan dari teman, karena mereka mau lip tin gue, kenapa nih websitenya down," ujarnya.

"Jadi kaget, walaupun sold out harus buru-buru pesan. Sekitar 2 bulan kita nggak jual apapun. Kita 2 bulan nggak jual apapun, tapi kita tetap bayar gaji tim, ga let go anyone juga dan harus bisa menjalani saja semuanya," imbuhnya.

Realita yang melebihi ekspektasi saat mulai berbisnis juga dirasakan CEO & Founder Help, Muhamad Noor Sutrisno. Help merupakan aplikasi orkestrator layanan digital yang diluncurkan pada 9 November 2019 lalu.

"Diluncurkan di Play Store pada 9 November 2019, belum ada di iOS waktu itu. Baru sekitar Februari Apple approve. Waduh yang namanya aplikasi kan bugs-nya. Sudah sampai jungkir balik juga waktu itu kan bisa survive, sama seperti tadi, Help ini justru pada saat sistem sudah ada siap, udah oke terima pressure dari user," ujar Trisno.

Trisno mengaku mungkin sebagai manusia pandemi ialah musibah, tetapi sebagai seorang wiraswasta, pandemi menjadi momentum buat aplikasi yang dibuatnya itu untuk menemukan pasarnya. Apalagi pandemi turut mengubah pola aktivitas masyarakat dari offline ke Online.

"Sebagai wiraswasta ini peluang, kita juga bersyukur punya partner kaya ShopeePay yang membantu orang akhirnya mau ke online. Yuk kita banyak bantuan ke masyarakat, cashback kiri, cashback kanan, pas pindah ke online bisa lebih murah pengiriman barangnya," ujarnya.

Ia juga tak menyangka kalau akan terjadi lonjakan pengguna Help selama pandemi ini, bahkan hingga beberapa kali sering down. Sebab awalnya ia dan tim hanya memperkirakan aplikasi yang baru beberapa bulan diluncurkan takkan naik secepat itu.

"Ekspektasinya waktu itu nggak serame realitanya. Kami waktu itu pilih server di cloud services yang paling bawah karena nggak berpikir biasanya kan apps itu kalau baru beberapa bulan nggak mungkin ada lonjakan yang signifikan," ujarnya.

"Jadi ekspektasinya ya udahlah ambil yang rendah dulu, supaya harga nggak terlalu tinggi. Realitanya, meledak. Harus ngomong, beberapa kali Help sering down begini begitu, karena adanya terjadi lonjakan itu tadi sih. Antara ekspektasi dan realita, bersyukur lebih baik di realitanya," imbuhnya.

Sementara itu, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, Eka Nilam Dari mengatakan melalui ShopeePay Talk episode kedua ini, pihaknya ingin menciptakan wadah untuk pelaku bisnis atau mitranya memberikan informasi untuk masyarakat.

"Dan kali ini, di episode kedua kalinya kita menyelenggarakan ShopeePay Talk. Pastinya di masa pandemi sekarang, pelaku bisnis menghadapi tantangannya masing-masing. Inisiatif apa yang terjadi di masyarakat. Di episode ini ada Trisno dan Titan, sharing informasi mengatasi bisnis bertahan di masa pandemi dan tetap menggunakan inovasi yang ada," ujarnya.

Ia juga mengatakan selalu mengajak pelaku usaha untuk bertransformasi digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Salah satunya dengan beberapa kampanye seperti ShopeePay Deal Rp1 yang dijalankan pihaknya yang memudahkan pelaku usaha hingga konsumen.

(ega/ega)