Kisah Inspiratif CEO GoWork Soal Jadi 'Superwoman' dalam Karier dan Keluarga

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 17 Mei 2019 15:34 WIB
Foto: Instagram @vanessa.hendriadi Foto: Instagram @vanessa.hendriadi

Jakarta - Berbagi tempat kerja dalam coworking space belakangan menjadi tren di kalangan para profesional muda. Fasilitas itu pun mulai menjamur di mal dan perkantoran daerah strategis di Indonesia. Salah satu yang sudah punya banyak cabang adalah GoWork. Coworking space tersebut didirikan oleh seorang wanita bernama Vanessa Hendiradi yang memilih bisnis ini karena menggabungkan ketetarikannya dalam komunitas dan real estate.

Vanessa Hendiradi Li adalah CEO serta Founder GoWork, sebuah fasilitas coworking space yang sudah punya 14 cabang di Indonesia. Konsep kerja bersama dalam sebuah ruang kerja terbuka belakangan memang diminati, terutama bagi para pelaku startup. Vanessa sendiri terpikir untuk membuka fasilitas tersebut empat tahun lalu setelah melihat pergeseran budaya bekerja.

"Saat itu saya baru saja melahirkan anak kedua yang usianya baru sembilan bulan tapi sudah kebelet ingin balik kerja. Sebelum berbisnis, saya ambil S1 dan MBA di Amerika Serikat juga bekerja di dua perusahaan di sana. Setelah kembali ke Indonesia, saya sempat bekerja di korporate sebelum saya sadar bahwa passion saya membangun komunitas dan real estate," ungkapnya ke Wolipop.

Wanita yang hobi yoga tersebut mengaku tidak betah di rumah dan ingin cepat kembali berkarier setelah punya anak sebagai bentuk aktualisasi dirinya. Menurutnya, membangun bisnis bukan sesuatu yang mudah terutama untuk wanita berkeluarga. Vanessa mengatakan butuh 'support system' yang kuat dari suami dan keluarga karena mengembangkan dan meneruskan bisnis tidaklah gampang dibanding memulainya.

[Gambas:Instagram]

Mengenai kesuksesannya menjadi wanita karier, menurutnya wanita tak perlu punya bisnis untuk bisa disebut sukses. "Yang aku lakukan sekarang juga butuh banyak pengorbanan tapi aku tahu kalau aku melakukan sesuatu yang menyimpang dari aktualisasi diri aku tidak akan bahagia. Aku tidak bilang wanita sukses harus punya bisnis dan keluarga atau harus bisa balancing home dan work. Aku pikir wanita sukses adalah wanita yang melakukan what they're meant to be doing dan happy," ungkapnya.

Selain mengorbankan waktu dengan anak, untuk bisa jadi wanita karier yang sukses, Vanessa juga harus pintar membagi waktu. Menurutnya, manajemen waktu yang baik adalah kunci menjadi seorang superwoman. Ia pun menekankan pentingnya 'me time' untuk para ibu.

"Tantangan (sebagai wanita karier) masih mengenai waktu dan time management antara family, career, dan me time. Karena kita tidak bisa terus menerus memberikan waktu kita ke orang lain. Kebanyakan wanita berpikir waktu adalah untuk anak, suami, dan bisnis dan melupakan diri sendiri. Menurutku itu bukan sustainable way to live," ungkapnya.

[Gambas:Instagram]

Sebagai contoh pengaturan waktu, Vanessa pun mengungkap sekelumit kesehariannya. "Untuk menjadi superwoman kuncinya time management dan kedisiplinan diri. Kalau aku nggak disiplin waktu pun nggak bisa seperti sekarang. Biasanya aku bangun pukul 05:00 lalu aku dedikasikan sejam pertama untuk diri sendiri, seperti meditasi, exercise, journal, dan membaca.

"Pukul 06:30 anak-anakku bangun dan itu waktu untuk mereka setelah itu aku siap-siap, cek email, dan kerja sampai 19:00. Setelahnya pulang ke rumah dan itu waktunya untuk keluarga. Sepertinya tidak ada clear definition bagaimana atau seperti apa menjadi superwoman but i think if we can have a good time management it's a good start (untuk menjadi superwoman)," tutur wanita yangbergelarMBA dari University of Southern California tersebut.

(ami/ami)