Cerita Haru Istri Beri Maaf Suami yang Selingkuh dan Hampir Membunuhnya

Anggi Mayasari - wolipop Kamis, 28 Nov 2019 13:45 WIB
Ilustrasi. Foto: Dok. iStock Ilustrasi. Foto: Dok. iStock

Singapura - Wanita di Singapura ini memberi maaf suami yang telah berbuat jahat padanya. Bahkan ia meminta polisi untuk mengurangi hukuman sang suami meskipun telah mencoba membunuhnya dengan mencekiknya dan berselingkuh dengan wanita lain.

Govindarajan Thiruvengadam Uthirapathy dijatuhi hukuman penjara 3 tahun 3 bulan karena menyerang dan mencekik istrinya. Pertengkaran itu terjadi karena Govindarajan tak tahan terhadap istrinya yang mengomel tentang masalah pernikahan putra mereka.

Pria ini kemudian datang membekap wajah istrinya dengan plastik dan mencekiknya sampai sang istri pingsan. Govindarajan kemudian mencuri emas dan dompet istrinya lalu menggadaikannya. Ia kemudian membagikan uang itu kepada selingkuhannya.

Seperti dilansir Worldofbuzz, istrinya Ellapur Selvi Chanthenthing yang kemudian sadar memanggil putrinya untuk menceritakan apa yang terjadi, tetapi ia tak ingin melaporkan serangan itu ke polisi. Akibat serangan itu, Ellapur harus dirawat di rumah sakit selama tujuh hari setelah menderita rasa sakit yang hebat di lehernya dan sisi kiri perutnya.



Sementara itu sang suami menggadaikan emas yang dicurinya seharga Rp 43 juta dan menggunakan uang itu untuk membeli hadiah untuk selingkuhannya. Govindarajan pun bermaksud untuk melarikan diri ke Malaysia dengan selingkuhannya, tetapi untungnya ditangkap oleh polisi.

Govindarajan dan Ellapur menikah pada 1985, bercerai pada tahun 1990 dan menikah lagi 10 tahun kemudian. Pasangan ini kemudian memiliki seorang putra berusia 33 tahun dan seorang putri berusia 32 tahun.



Wakil Jaksa Penuntut Umum ingin agar pria 56 tahun ini menjalani hukuman penjara setidaknya tiga tahun tiga bulan, tetapi Penasihat Pertahanan meminta hukuman penjara tidak lebih dari dua tahun dan empat bulan. Sementara itu, istrinya, yang hampir ia bunuh, mengirim surat yang mengatakan bahwa ia telah memaafkannya dan meminta hukumannya dikurangi.

"Ketidakhadirannya telah menyebabkan saya selalu tidur malam dan bahkan mempengaruhi kesehatan dan kinerja saya," ujar Ellapur.



Simak Video "Mulai 1 Februari, Pemerintah Singapura Larang Penggunaan Vape"
[Gambas:Video 20detik]
(agm/eny)