Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ini Kata Sederhana yang Sering Dilupakan Pasangan Setelah Lama Menikah

Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 22 Agu 2016 17:25 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: thinkstock
Jakarta - Apa resepnya agar pernikahan awet? Ini menjadi pertanyaan yang sering ditanyakan pasangan baik yang baru menikah ataupun sudah lama berumahtangga. Ternyata resepnya sederhana.

Sebuah buku berjudul The Gratitude Diaries yang ditulis jurnalis bernama Janice Kaplan mengungkapkan dua kata ini mampu membuat pasangan memiliki pernikahan yang lebih sehat dan langgeng. Dua kata itu adalah terimakasih.

Sebelum menulis buku itu, Janice pernah membantu mengadakan survei tentang kebiasaan berterimakasih masyarakat Amerika Serikat. Dalam riset yang dilakukan John Templeton Foundation tersebut ada 2.000 orang dilibatkan sebagai responden. Hasil riset itu mengungkapkan 97% responden mengaku secara reguler berterimakasih pada siapapun yang membantu mereka. Namun sayangnya, hanya 48% responden wanita yang berterimakasih secara rutin kepada suaminya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian dalam bukunya Janice menekankan, bukan berarti jika dilihat dari survei tersebut, wanita yang tidak rutin berterimakasih pada suaminya adalah orang yang tidak baik. Hanya saja hasil riset ini menurutnya bisa menjadi peringatan. Artinya, semakin lama seseorang berada dalam sebuah hubungan, semakin mereka menganggap apapun yang dilakukannya sebagai hal biasa.

"Saat kamu berada dalam sebuah hubungan, khususnya dalam jangka waktu lama, kamu cenderung tidak menganggap lagi pasanganmu. Secara psikologis itu disebut habituasi (kebiasaan). Kamu menjadi terbiasa dengan pasanganmu. Kamu tidak lagi menyadari kenapa kamu ingin berada dalam hubungan itu," ujarnya seperti dikutip Business Insider.

Riset sebelumnya yang dilakukan peneliti dari Arizona State University mengungkapkan hal serupa. Dalam riset itu, peneliti beberapa pasangan menikah dan mahasiswa yang memiliki teman sekamar. Peneliti menanyakan apakah mereka saling menghargai tugas rumah yang dilakukan oleh pasangan atau temannya. Hasilnya ditemukan, bahwa sebagian besar dari mereka merasa sangat beruntung memiliki partner yang menghargai, paling tidak dengan cara berterima kasih. Rasa dihargai juga membuat mereka puas terhadap hubungan yang dijalaninya.

(eny/eny)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads