Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Heboh Video Poligami

Bijakkah Mengumbar Masalah Rumah Tangga di Media Sosial?

Daniel Ngantung - wolipop
Senin, 26 Okt 2015 15:55 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Pribadi
Jakarta -

Sebuah video berdurasi empat menit di YouTube yang menampilkan seorang wanita muda bercadar sedang mencurahkan isi hatinya tengah menjadi topik hangat di media sosial. Curahan hatinya berisikan rasa sakit hati dan kekecewaannya dipoligami oleh sang suami. Tapi, bijakkah mengumbar masalah rumah tangga sendiri ke ranah publik?

Wanita tersebut diketahui bernama Ana Abdul Hamid, 26 tahun, ibu dari dua anak yang beberapa hari lagi akan melahirkan anak ketiganya.

Di video berjudul 'Saya Tidak Sanggup Berbagi' itu, Ana tidak secara langsung mengutarakan isi hatinya. Alih-alih berbicara menggunakan suaranya sendiri, wanita asal Gorontalo ini menggunakan kertas berisikan tulisannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenapa harus ber-POLIGAMI jika satu istri saja CUKUP? :)," tulis Anna seperti yang terlihat di awal video.

"Saya hanya mengutarakan perasaan saya dan mungkin mayoritas perempuan yang 'tidak siap' BERBAGI akan tetapi 'TERPAKSA' untuk berbagi..." tulis dia lagi.

Kertas lainnya mengungkap perasaan Ana saat mengetahui suaminya memutuskan untuk berpoligami. Perasaannya sakit, hancur, perih, kecewa, marah, merasa dikhianati, dibohongi, dan ingin mati. Tapi ia berusaha menerima demi suami, anak, dan rumah tangganya. Namun kesebaran Ana terbatas.

"Saya sudah berusaha bertahan dan saya menyerah pada poligami. 1 tahun 4 bulan 9 hari kekuatan saya hanya sampai di sini, tepat di tahun ke 5 pernikahan saya," tulis Ana lagi.

Curhat di media sosial, terutama YouTube, bukanlah hal yang asing lagi. Tapi mengumbar masalah rumah tangga, dalam kasus ini istri yang kecewa lantaran diduakan oleh suami, boleh dibilang jarang.

Menurut psikolog keluarga Ajeng Raviando yang dihubungi Wolipop, Jumat (23/10/2015), video tersebut merupakan bentuk luapan emosi yang selama ini Ana tahan.

Menurutnya, hal tersebut terbilang wajar selama masih berada di koridor yang positif. Seseorang haruslah bijak saat mengumbar masalah pribadi ke ranah pribadi apalagi menyangkut masalah rumah tangga yang melibatkan dua pihak berbeda.

"(Semua orang harus) bersikap dewasa dalam menggunakan media sosial. Ini merupakan keharusan terutama bagi orang tua yang menjadi contoh bagi anak dan remaja," kata Ajeng.

Dalam wawancaranya dengan Wolipop, Ana mengaku sebelum menyebarkan video di jejaring sosial, Ana berdiskusi dahulu dengan keluarganya dan keluarga suami. Mereka mendukung Ana mengunggah video tersebut ke media sosial dengan tujuan agar suaminya tersadarkan.

"Dari (pihak) suami sendiri memang nggak ada masalah, ipar-ipar justru mendukung katanya biar orang-orang komentar di situ biar suamiku baca dan bisa sadar kesalahan-kesalahannya," tambahnya kemudian.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads