Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Riset: Ini Usia Terbaik untuk Menikah

Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 05 Agu 2015 07:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Kesiapan seseorang untuk menikah memang tidak bisa dinilai berdasarkan usia. Meski begitu membangun keluarga terlalu muda juga tidak dianjurkan. Alasannya pun bermacam-macam, mulai dari belum stabilnya kondisi emosional, terancamnya kesehatan reproduksi, hingga tidak siapnya faktor ekonomi. Menikah terlalu muda juga merupakan salah satu penyebab kandasnya rumah tangga sejumlah pasangan.

Untuk itu, menikah di usia yang matang lebih disarankan. Sebuah penelitian yang dilakukan National Survey of Family Growth pun menyatakan demikian. Menurut studi, risiko perceraian bisa ditekan jika pasangan mengikat janji di usia menjelang 30 tahun.

Namun jangan pula memutuskan untuk menikah terlalu lama karena berdasarkan penelitian The Institute for Family Studies jangakaun usia menikah yang ideal adalah antara 28 hingga 32 tahun. Pemimpin studi, Nicholas H. Wolfinger mengatakan bahwa berdasarkan data sensus, orang yang menikah di akhir 30-an atau awal 40-an juga rentan bercerai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram

Hal tersebut memang terdengar beralasan. Orang-orang yang sudah berusia 28 tahun umumnya lebih bijaksana dan memiliki kehidupan ekonomi yang lebih mapan. Dua hal tersebut tentu sangat dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan rumah tangga.

Usia ideal untuk menikah memang bisa berbeda pada masing-masing orang. Namun salah satu cara pasti mencegah perceraian adalah dengan mencari pasangan yang tepat. Penelitian lain yang dilakukan situs Mic pun mengungkapkan bila cara terbaik dalam mendapatkan kekasih adalah dengan bertemu langsung. Dengan kata lain, studi tersebut tidak menganjurkan Anda mencari pacar di media sosial atau situs perjodohan.

Berbicara mengenai pasangan hidup, ada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa jurusan yang Anda pilih ternyata mempengaruhi pemilihan istri atau suami. Berdasarkan sensus yang dilakukan di Amerika, 10-21% orang yang sudah menikah memiliki status pendidikan yang serupa. Hal tersebut pun paling banyak terjadi pada mereka yang lulus S1 dalam bidang theologi, ilmu pasti, farmasi, serta musik.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads