Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memutuskan Maafkan Suami Selingkuh

wolipop
Selasa, 05 Agu 2014 06:14 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Perselingkuhan menjadi masalah yang mengancam keretakan pernikahan. Ketika perselingkuhan ini terjadi saat pernikahan sudah diwarnai dengan kehadiran anak-anak, tidak sedikit wanita yang galau untuk mengambil keputusan. Di satu sisi dia merasa sakit hati karena sudah dikhianati sehingga ingin bercerai saja, namun di sisi lain, dia merasa bimbang dengan nasib anak-anak jika kedua orangtuanya berpisah.

Saat menghadapi situasi seperti di atas, apa yang harus dilakukan? Apakah memang memaafkan suami yang selingkuh demi anak-anak tindakan benar?

Psikolog Ratih Ibrahim mengatakan menciptakan lingkungan keluarga yang sehat bagi anak-anak adalah yang terpenting bagi kesehatan tumbuh kembang anak. Salah satu kriteria lingkungan keluarga yang sehat bagi anak adalah terdapat kehangatan emosional di antara anggota keluarga dan anak tidak terekspos oleh pertengkaran dan kekerasan (fisik, emosional, seksual) dalam keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jila keberadaan suami di rumah berdampak pada tereksposnya anak-anak dengan kondisi emosional orangtua yang labil, suasana panas atau dingin akibat pertengkaran orangtua maka kondisi demikian tidak sehat untuk anak-anak. Malahan akan lebih sehat bagi anak yang orangtuanya sudah berpisah namun masing-masing pihak sepakat secara konsisten meluangkan waktu untuk anak mereka secara berkualitas dan penuh kehangatan.

"Untuk anak-anak, ibu yang sehat secara mental dan emosional adalah yang terbaik yang mereka butuhkan," jelas Ratih saat menjawab pertanyaan dalam konsultasi cinta Wolipop.

Ratih menambahkan, memaafkan memang penting, namun maaf ini bukan hanya untuk orang lain, tapi juga diri sendiri agar lebih bisa melangkah maju. Memaafkan suami juga bukan berarti membiarkan dia bisa melakukan lagi hal yang sama yang menyakiti Anda.

Psikolog klinis dewasa, Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd menambahkan tabiat orang selingkuh biasanya adalah berusaha mengembalikan kepercayaan orang yang dikhianatinya. Sayangnya, setelah mendapat kepercayaan itu lagi, dia berpotensi kembali mengulangi kesalahan.

"Kalau dia melakukan ini sekarang ya kemungkinan dia melakukan ini terus akan besar, dan bisa terulang di pernikahan. Dia nyeleweng lagi ya nyeleweng lagi," ujar Diana kepada wolipop beberapa waktu lalu.

Jika kepercayaan di antara pasangan ini sudah luntur, psikolog yang akrab disapa Diana itu mengatakan hubungan akan sulit kembali seperti semula. Apapun pilihannya, menerima suami atau berpisah dengannya, keputusan dikembalikan kepada Anda. Kalau memang sudah tidak ada kepercayaan di antara pasangan, yakinkah untuk tetap melanjutkan pernikahan?

Hubungan akan sulit kembali seperti semula ketika kepercayaan luntur. Menurut psikolog yang akrab disapa Diana itu, seharusnya setiap hubungan dilandasi oleh rasa kepercayaan, respek, dan peduli. Jika sudah tidak kepercayaan, yakinkah akan dilanjutkan? Keputusan semua ada di tangan Anda, jika dipaksakan untuk menerimanya kembali, tidak ada yang menjamin hubungan akan berjalan baik-baik saja.

(eny/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads