Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sudah Menikah, Pasangan Masih Ingat Mantannya? Ini Cara Menghadapinya

wolipop
Senin, 07 Jul 2014 07:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Menjalani kehidupan pernikahan, terutama di lima tahun pertama, seringkali diterpa cobaan. Perbedaan sifat dan perilaku bisa menyebabkan pertengkaran di antara pasangan. Apalagi jika ditambah sikap pasangan yang masih mengingat mantannya. Bagaimana menghadapi pasangan yang seperti ini?

Psikolog Ratih Ibrahim tidak menampik usia awal pernikahan merupakan usia yang sangat rentan terjadi keributan dan perceraian. Biasanya usia rentan ini terjadi pada lima tahun awal usia pernikahan. Oleh sebab itu dibutuhkan banyak sekali komunikasi antar pasangan sehingga satu sama lain pasangan dapat memiliki rasa saling percaya.

Komunikasi memang menjadi hal mendasar untuk kelanggengan sebuah pernikahan. Komunikasi ini termasuk untuk mengatasi masalah pasangan yang masih mengingat mantannya. Ratih menyarankan ajak pasangan berdiskusi mengenai harapan Anda terhadap dirinya. Jelaskan kenapa harapan atau keinginan tersebut ada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemukakan juga gambaran perasaan Anda dan dampak yang Anda alami bila ia terus melakukan apa yang dilakukannya saat ini (mengingat mantannya-red)." jelas Ratih dalam konsultasinya kepada pembaca Wolipop yang memiliki masalah suami sering membandingkan istri dengan mantannya.

Ketika berkomunikasi atau berdiskusi ini, menurut Ratih lagi, suami atau istri harus lebih rinci mengenai perilaku yang tidak diharapkan muncul oleh pasangan yang masih mengingat mantannya ini. Jelaskan dengan detail perilaku apa saja yang Anda maksud dengan membandingkan dan perilaku apa yang Anda harapkan muncul disertai dengan konsekuensi logis yang dapat dijalankan.

"Misalnya: kalau suami Anda hendak mengomentari sikap atau perilaku Anda, maka katakan apa yang tidak dia suka dan perilaku apa yang diharapkannya dari Anda tanpa perlu membawa-bawa perilaku orang lain (mantannya) sebagai contoh atau pembanding seperti: "saya ingin kamu membuatkan teh kalau saya lagi terlihat suntuk" dan bukannya "kalau saya suntuk biasanya si A selalu membuatkan teh tidak seperti kamu yang malah marah-marah," urainya memberi contoh.

Saat berdiskusi ini, pastinya pasangan harus mendengarkan pendapat suami atau istri yang kerap membandingkan Anda dengan mantannya ini. Kemudian sepakati bersama dan jalankan konsekuensi yang telah disepakati bila suami atau istri menampilkan perilaku membandingkan Anda dengan mantannya, dapat berupa menarik hal yang menyenangkan bagi dirinya, seperti tidak memasak makanan kesukaannya, dsb. Namun ingat jangan libatkan anak dalam persoalan antara Anda dengan pasangan ini dan jangan bertengkar di depan anak.

(eny/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads