Ingin Pernikahan Awet, Pasangan Ini Menikah 18 Kali
Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 09 Des 2013 07:50 WIB
Jakarta
-
Pasangan asal Arizona, AS, memiliki cara unik untuk mempertahankan pernikahan mereka. Pasangan bernama Chris dan Roberta O'Key ini menikah ulang setiap tahun dan sudah 18 kali mereka melakukannya.
Ide untuk menikah ulang setiap tahun tercetus saat Chris dan Roberta berbulan madu di San Fransisco setelah menikah pada 1996. Saat itu sang mempelai wanita berkomentar seandainya saja mereka bisa merasa seperti pengantin baru setiap tahun.
"Kenapa tidak?" begitu Chris menanggapi harapan Roberta yang saat itu baru dinikahinya. Dan begitulah keduanya mewujudkan harapan tersebut setiap tahunnya.
Chris dan Roberta sudah 18 kali mengulang pernikahan mereka di berbagai belahan dunia. Mereka pernah menikah di Skotlandia, Maui, Hawaii, Colorado hingga Kepulaan Bahama. Untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-17, Desember ini, keduanya memilih mengadakan pernikahan di Austin Texas.
Menikah ulang setiap tahun belakangan dirasakan keduanya tidak hanya bermanfaat membuat mereka merasa seperti pengantin baru lagi. Ada dampak yang lebih besar dari 'ritual' yang diadakan setiap tahun itu. Dampak tersebut dirasakan mereka saat Roberta mengalami masalah kesehatan kronis 10 tahun lalu. Saat itu dia menderita alergi pada antibiotik yang membuat sistem imunnya terganggu hingga dia harus menjalani 30 operasi berbeda. Masalah kesehatan tersebut membuatnya harus berhenti dari pekerjaannya sebagai bankir. Dia juga sempat menderita hilang ingatan sesaat.
"Duniaku seakan terhenti. Tapi aku punya keyakinan bisa melalui ini semua. Harapan itu yang paling penting. Dan harapanku adalah, 'oh, kita akan mengadakan pernikahan lagi'. Hal itulah yang membantuku saat aku terpuruk," ujar Roberta.
Pernikahan Roberta dan Chris bukanlah yang pertama untuk keduanya. Saat bertemu 20 tahun lalu, mereka sama-sama sudah bercerai. Kegagalan pernikahan terdahulu itulah yang membuat mereka bertekad untuk memperbaiki hubungan baru ini.
Kini bagi Roberta, tidak ada pria lain untuknya selain Chris. Selama dirinya sakit, pria tersebut sudah sangat tegar dan tidak pernah sekalipun melewatkan satu pun pertemuan dengan dokter untuk membicarakan masalah kesehatannya. Padahal dengan profesinya sebagai sistem analis di sebuah perusahaan, dia juga cukup sibuk.
"Dia adalah pria yang tampan, sukses, yang bisa saja dengan mudah meninggalkan seorang wanita sakit. Tapi dia pria yang punya karakter. Dalam sakit maupun sehat, dia ada bersamaku, mengurus dan menjagaku," ujar Roberta seperti dikutip Huffington Post.
Beberapa tahun terakhir ini, karena kondisi kesehatan Roberta dan besarnya biaya pengobatan, pasangan Roberta dan Chris mau tak mau harus memangkas bugdet 'ritual' pernikahan ulang mereka. Meski demikian Chris tidak pernah melewatkan untuk membelikan istrinya cincin pernikahan baru. Dan saat ini sudah 18 cincin dimiliki Roberta. Sebisa mungkin cincin tersebut dipakainya setiap hari.
Saat ditanya apa resep pernikahan mereka bisa awet selama 17 tahun, Roberta mengatakan dia dan sang suami selalu berusaha menemukan sisi humor dari setiap situasi. Seburuk apapun situasi tersebut, menurutnya tetap ada sisi yang bisa membuat mereka tersenyum.
"Hidup itu seperti permainan poker. Kita tidak akan pernah tahu kartu apa yang akan didapat. Tapi sebenarnya yang lebih penting, bagaimana kita memainkan kartu tersebut. Meskipun aku sudah banyak melalui hal-hal yang sebenarnya tidak bisa membuat tersenyum, aku selalu berusaha tetap pada perspektif tersebut," urainya.
(eny/hst)
Ide untuk menikah ulang setiap tahun tercetus saat Chris dan Roberta berbulan madu di San Fransisco setelah menikah pada 1996. Saat itu sang mempelai wanita berkomentar seandainya saja mereka bisa merasa seperti pengantin baru setiap tahun.
"Kenapa tidak?" begitu Chris menanggapi harapan Roberta yang saat itu baru dinikahinya. Dan begitulah keduanya mewujudkan harapan tersebut setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menikah ulang setiap tahun belakangan dirasakan keduanya tidak hanya bermanfaat membuat mereka merasa seperti pengantin baru lagi. Ada dampak yang lebih besar dari 'ritual' yang diadakan setiap tahun itu. Dampak tersebut dirasakan mereka saat Roberta mengalami masalah kesehatan kronis 10 tahun lalu. Saat itu dia menderita alergi pada antibiotik yang membuat sistem imunnya terganggu hingga dia harus menjalani 30 operasi berbeda. Masalah kesehatan tersebut membuatnya harus berhenti dari pekerjaannya sebagai bankir. Dia juga sempat menderita hilang ingatan sesaat.
"Duniaku seakan terhenti. Tapi aku punya keyakinan bisa melalui ini semua. Harapan itu yang paling penting. Dan harapanku adalah, 'oh, kita akan mengadakan pernikahan lagi'. Hal itulah yang membantuku saat aku terpuruk," ujar Roberta.
Pernikahan Roberta dan Chris bukanlah yang pertama untuk keduanya. Saat bertemu 20 tahun lalu, mereka sama-sama sudah bercerai. Kegagalan pernikahan terdahulu itulah yang membuat mereka bertekad untuk memperbaiki hubungan baru ini.
Kini bagi Roberta, tidak ada pria lain untuknya selain Chris. Selama dirinya sakit, pria tersebut sudah sangat tegar dan tidak pernah sekalipun melewatkan satu pun pertemuan dengan dokter untuk membicarakan masalah kesehatannya. Padahal dengan profesinya sebagai sistem analis di sebuah perusahaan, dia juga cukup sibuk.
"Dia adalah pria yang tampan, sukses, yang bisa saja dengan mudah meninggalkan seorang wanita sakit. Tapi dia pria yang punya karakter. Dalam sakit maupun sehat, dia ada bersamaku, mengurus dan menjagaku," ujar Roberta seperti dikutip Huffington Post.
Beberapa tahun terakhir ini, karena kondisi kesehatan Roberta dan besarnya biaya pengobatan, pasangan Roberta dan Chris mau tak mau harus memangkas bugdet 'ritual' pernikahan ulang mereka. Meski demikian Chris tidak pernah melewatkan untuk membelikan istrinya cincin pernikahan baru. Dan saat ini sudah 18 cincin dimiliki Roberta. Sebisa mungkin cincin tersebut dipakainya setiap hari.
Saat ditanya apa resep pernikahan mereka bisa awet selama 17 tahun, Roberta mengatakan dia dan sang suami selalu berusaha menemukan sisi humor dari setiap situasi. Seburuk apapun situasi tersebut, menurutnya tetap ada sisi yang bisa membuat mereka tersenyum.
"Hidup itu seperti permainan poker. Kita tidak akan pernah tahu kartu apa yang akan didapat. Tapi sebenarnya yang lebih penting, bagaimana kita memainkan kartu tersebut. Meskipun aku sudah banyak melalui hal-hal yang sebenarnya tidak bisa membuat tersenyum, aku selalu berusaha tetap pada perspektif tersebut," urainya.
(eny/hst)
Home & Living
3 Perabot Dapur Kecil yang Diam-Diam Bikin Aktivitas Lebih Nyaman
Elektronik & Gadget
Upgrade Audio Kontenmu dengan TNW A37 Wireless Microphone 2-In-1 Bikin Suara Lebih Jernih & Profesional Tanpa Ribet!
Elektronik & Gadget
INBEX Ring Light Tripod Ukuran Besar Andalan Konten Kreator Masa Kini!
Perawatan dan Kecantikan
Bye Noda Hitam & Garis Halus, Pilih Moisturizer SKINTIFIC yang Paling Cocok untuk Kulitmu!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
The Real Cinta Sejati, Kisah Kakek 82 Tahun Tempuh 12 Jam Demi Istri di ICU
Kisah Pengusaha Nikahi Pria 30 Tahun Lebih Muda, Disebut Beri Mahar Rp 112 M
Istri Urus Suami yang Lumpuh Bareng Kekasih Baru, Tuai Pro Kontra
Kisah Pengantin Gagal Senyum Usai Botox Jelang Nikah
Tahu Diselingkuhi, Istri Malah Tawarkan Untuk 'Sewa Suami' ke Selingkuhan
Most Popular
1
Senyum Manis Kamolwan Chanago, Calon Ratu Kecantikan yang Veneer Giginya Lepas
2
Demi Hapus Imej Jahat, Aktor Korea Ini Diet untuk Menggemukkan Badan
3
Sebelum Melangkah ke Pelaminan, Ini Hal yang Perlu Dicek Menurut Psikolog
4
Viral Verificator
Cerita Viral Mudik Naik Motor, Istri Diikat Sarung agar Tetap Aman
5
Ramalan Zodiak 28 Maret: Capricorn Rintangan Menghadang, Pisces Hati-hati
MOST COMMENTED











































