Suami Masih Malas Bantu Istri Urus Rumah?
wolipop
Selasa, 29 Nov 2011 08:10 WIB
Jakarta
-
Pria zaman sekarang masih berpegang teguh pada prinsip 'wanitalah yang seharusnya mengurus rumah'. Menurut survei terbaru pun, pria belum terlalu banyak terlibat membantu wanita mengerjakan pekerjaan rumah.
Seperti dikutip dari Daily Mail, survei dibuat oleh perusahaan asuransi Aviva dan melibatkan 2.000 responden. Dari survei itu terungkap, wanita mendedikasikan waktunya 10 jam selama seminggu atau 85 menit setiap harinya untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Sementara para pria hanya kurang dari satu jam atau 57 menit setiap harinya.
Ketika dalam pernikahan itu hadir seorang anak, wanita jadi lebih banyak mendedikasikan waktunya untuk urusan rumah tangga. Setiap minggunya mereka menghabiskan 16 jam untuk mengurus rumah dan keluarganya. Sementara para ayah hanya memberikan 11,5 jam waktunya dalam seminggu.
Para istri yang menjadi responden, kebanyakan bukan hanya ibu rumah tangga. Mereka adalah ibu bekerja atau setidaknya bekerja part-time dan juga mengurus keluarganya.
Dari survei tersebut terungkap juga, wanita menghabiskan sebagian besar waktunya (105 menit setiap minggunya) untuk memasak. Pekerjaan rumah lain yang juga menyia waktu para istri adalah mencuci dan menyetrika (77 menit) serta membersihkan rumah (68 menit).
Sementara para suami, hanya mendedikasikan 66 menit waktunya per minggu untuk masak, 1,5 jam untuk mencuci dan setrika. Dalam urusan membersihkan rumah, pria cuma meluangkan 36 menit waktunya setiap minggu.
Namun untuk urusan melakukan pekerjaan rumah tangga yang berhubungan dengan dirinya, misalnya mencuci mobil dan pertamanan, suami menghabiskan waktu lebih banyak dari istri. Para pria meluangkan waktunya 10 menit lebih banyak ketimbang para istri.
Menanggapi survei yang dibuat perusahaannya, pimpinan Aviva, Louise Colley mengatakan, pasangan seharusnya bisa saling bekerjsama dalam mengerjakan tugas rumah tangga. Apalagi dengan kehadiran anak, pekerjaan tersebut bisa semakin berat.
"Hidup itu harus terus dijalani dengan seimbang, khususnya untuk orangtua yang terkadang harus membuat jadwal mereka di antara berbagai urusan, mulai dari pekerjaan, sekolah dan mengurus anak. Tentu akan sangat mudah seseorang merasa stres dalam situasi itu jika semuanya dikerjakan sendiri," ujar Colley.
Colley menambahkan memang tidak mudah untuk membagi waktu antara mengurus ruma, bekerja dan melakoni kehidupan sosial. Namun dengan komunikasi, suami-istri pasti bisa menyelesaikan tugas tersebut.
"Pastikan beban itu dibagi dengan adil, baik itu urusan rumah atau di luar rumah (misalnya urusan sekolah anak). Ini bisa membantu mengatasi stres yang kerap datang," tandasnya.
(eny/eya)
Seperti dikutip dari Daily Mail, survei dibuat oleh perusahaan asuransi Aviva dan melibatkan 2.000 responden. Dari survei itu terungkap, wanita mendedikasikan waktunya 10 jam selama seminggu atau 85 menit setiap harinya untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Sementara para pria hanya kurang dari satu jam atau 57 menit setiap harinya.
Ketika dalam pernikahan itu hadir seorang anak, wanita jadi lebih banyak mendedikasikan waktunya untuk urusan rumah tangga. Setiap minggunya mereka menghabiskan 16 jam untuk mengurus rumah dan keluarganya. Sementara para ayah hanya memberikan 11,5 jam waktunya dalam seminggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari survei tersebut terungkap juga, wanita menghabiskan sebagian besar waktunya (105 menit setiap minggunya) untuk memasak. Pekerjaan rumah lain yang juga menyia waktu para istri adalah mencuci dan menyetrika (77 menit) serta membersihkan rumah (68 menit).
Sementara para suami, hanya mendedikasikan 66 menit waktunya per minggu untuk masak, 1,5 jam untuk mencuci dan setrika. Dalam urusan membersihkan rumah, pria cuma meluangkan 36 menit waktunya setiap minggu.
Namun untuk urusan melakukan pekerjaan rumah tangga yang berhubungan dengan dirinya, misalnya mencuci mobil dan pertamanan, suami menghabiskan waktu lebih banyak dari istri. Para pria meluangkan waktunya 10 menit lebih banyak ketimbang para istri.
Menanggapi survei yang dibuat perusahaannya, pimpinan Aviva, Louise Colley mengatakan, pasangan seharusnya bisa saling bekerjsama dalam mengerjakan tugas rumah tangga. Apalagi dengan kehadiran anak, pekerjaan tersebut bisa semakin berat.
"Hidup itu harus terus dijalani dengan seimbang, khususnya untuk orangtua yang terkadang harus membuat jadwal mereka di antara berbagai urusan, mulai dari pekerjaan, sekolah dan mengurus anak. Tentu akan sangat mudah seseorang merasa stres dalam situasi itu jika semuanya dikerjakan sendiri," ujar Colley.
Colley menambahkan memang tidak mudah untuk membagi waktu antara mengurus ruma, bekerja dan melakoni kehidupan sosial. Namun dengan komunikasi, suami-istri pasti bisa menyelesaikan tugas tersebut.
"Pastikan beban itu dibagi dengan adil, baik itu urusan rumah atau di luar rumah (misalnya urusan sekolah anak). Ini bisa membantu mengatasi stres yang kerap datang," tandasnya.
(eny/eya)











































