Seperti Anak Kunci, Begini Bentuk Eyeliner di Era 1900-an

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 04 Mei 2016 08:05 WIB
Foto: Daniel Ngantung Foto: Daniel Ngantung

Jakarta - Pentingnya bersolek diri sudah disadari wanita sejak puluhan abad silam. Peninggalan bersejarah berupa peralatan kosmetik zaman dahulu bisa menjadi buktinya. Kita dapat melihat 'jejak' tersebut di Beauty Heritage Museum, Secret Garden Village, Tabanan, Bali.

Salah satu peninggalan kecantikan yang bisa dilihat di sana adalah celak atau eyeliner yang digunakan para wanita di era 1900-an. Jika eyeliner yang kita kenal seperti saat ini berbentuk pensil, zaman dulu rupa alat untuk menghitamkan garis mata ini jauh lebih kompleks. Bentuknya seperti anak kunci yang digunakan dengan cara mencelupkannya ke dalam sebuah wadah berisikan tinta.



Sedangkan wadahnya yang juga sepaket dengan 'kunci' tersebut seperti cawan mungil dengan gagang berhiaskan ukiran di kedua sisinya.  "Celak peninggalan era 1900an ini umumnya terbuat dari kuningan. Berbentuk seperti cawang, celak ini berisikan tinta untuk menghitamkan mata," ujar Cahya, sang pemandu tur, Selasa (3/5/2016).

Celak adalah satu dari 22 benda pamer yang dimiliki Beauty Heritage Museum. Selain celak, pengunjung juga dapat menemukan timbangan antik berskala kecil untuk menakar rempah pembuatan jamu. Ada juga Lumpang Kuningan untuk menumbuk rempah, botol parfum dari zaman
Belanda, dan Tungku Ratus untuk meramu rempah. Seluruh koleksi tersebut didapatkan dari para kolekter benda antik.





Beauty Heritage Museum merupakan satu dari empat fitur unggulan dari Secret Garden Village, sebuah destinasi wisata tur edukasi teranyar sekaligus pertama di Pulau Dewata. Menempati lahan seluas 3,7 hektar di dataran tinggi Buleleng, Secret Garden Village juga memiliki sebuah museum yang didedikasikan bagi pecinta kopi, kafe, dan dua restoran dengan panorama sawah terasering yang menakjubkan. Dengan arsitektur bergaya minimalis dipadu elemen kayu dan beton yang kental, Secret Garden Village, termasuk Beauty Heritage Museum, menawarkan pengalaman wisata edukasi yang benar-benar berbeda.



Kesan kuno yang selama ini identik dengan musuem pun sirna saat berada di dalam Beauty Heritage Museum. Benda pamer ditata secara modern di dalam kotak kaca yang semuanya berukuran sama. Pada dinding terpampang informasi tentang beberapa jenis tanaman herbal berikut khasiatnya bagi kesehatan dan kecantikan. Sayangnya, tidak terlihat informasi rinci yang menjelaskan seputar koleksi museum sehingga memaksa pengunjung bertanya kepada pemandu wisata untuk menjawab rasa penasarannya.




Secret Garden Village berlokasi di Jalan Raya Denpasar Bedugul KM 36, Tabanan, Bali, tepatnya di sisi kanan jalan dari arah Denpasar. Pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 50.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 100.00 untuk wisatawan asing. Namun dalam rangka promo soft opening Secret Garden Village, pengunjung dapat masuk secara gratis hingga 31 Mei mendatang.


(dng/sra)