Rani Dharma
Tarot Expert
Rani Dharma
SEND YOUR QUESTION

Konsultasi Tarot

Nasib Pernikahan Kedua Setelah Cerai dari yang Pertama

- wolipop Kamis, 15 Jul 2021 10:31 WIB
Stressed young woman embracing knees, sitting alone on couch in living room, feeling depressed. Unhappy desperate millennial curly lady regretting of decision, thinking of personal problems at home. Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta -

Saya ingin menanyakan nasib pernikahan saya yang baru karena sebelumnya pernah menikah dan cerai. Sebelum menikah dengan yang pertama pernah menggugurkan kandungan karena jujur seharusnya saya menikah dengan pacar yang pernah menghamili saya.

1. Apakah nasib pernikahan saya yang kedua akan awet atau cerai kembali? Saya dicap sebagai perempuan tidak membawa berkah karena saya pernah melakukan dosa besar.

2. Bagaimana dengan nasib ketiga anak perempuan saya di masa depan karena lahir dari orang yang pernah melakukan dosa besar?

(A)

Jawab:

Kartu yang muncul adalah Woman, Fox dan Anchor. Perempuan, Rubah dan Jangkar, yang artinya Anda dalam posisi mengikatkan diri pada orang yang sebenarnya tidak sayang dengan Anda, hanya untuk mendapatkan status. Cobalah cek lagi dengan diri sendiri, apakah Anda sudah memaafkan diri sendiri atau belum. Karena jika belum maka pe-er SC adalah memaafkan dan mulailah secepatnya menghargai diri, dengan baik penuh kasih sayang. Karena jujur saja, jika SC tidak menghargai diri sendiri, maka tidak akan ada orang lain yang akan menghargai Anda.

Cerai atau tidak disini ditentukan oleh bagaimana Anda menyayangi diri sendiri (lagi-lagi hal ini). Cap apapun itu hanya disematkan orang-orang yang sok suci. Jadi selama Anda bisa mengambil pelajaran dari kejadian masa lalu, maka masa depan itu tergantung pilihan Anda, jika memang mau cerah, ya cerahlah hidup Anda, jangan biarkan orang lain mendikte Anda. Padahal kalau orang yang berkeTuhanan kan percaya bahwa Tuhan itu Maha penyayang, Maha pemaaf, nah ini kok percaya manusia yang gampang sekali memberi Anda cap jelek.

Ayo bangkit, pede saja menjalani hidup ini. Kesempatan itu diberikan sama, waktu juga semua orang jatahnya sama-sama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Nasib anak-anakmu ya bagaimana kamu membesarkan meraka. Jika dibesarkan dengan dikata-katai, pasti anakmu akan melempem, jika dibesarkan sepenuh hati dengan kasih sayang, maka pasti akan tumbuh menjadi anak-anak yang sukses dan berhasil. Yang penting, belajar dari masa lalu, yang buruk jangan diulang dan rencanakan masa depan dengan baik.

(hst/hst)