ADVERTISEMENT

Orang Korea Selatan Paling Banyak Beli Barang Branded, Ini Alasannya

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 30 Jan 2023 13:30 WIB
chanel jennie Foto: Instagram @jennierubyjane
Jakarta -

Orang Korea Selatan dikenal totalitas untuk urusan penampilan. Tak hanya dengan skincare atau makeup, gaya mereka juga seringkali ditunjang barang branded. Laporan terbaru menyebut warga Negeri Gingseng adalah konsumen produk high end tertinggi di dunia. Bahkan setelah pandemi melanda, pembelian item-item mewah malah meningkat. Survei terbaru pun mengungkap alasannya.

Laporan terbaru dari Morgan Stanley mengungkap Korea Selatan menghabiskan paling banyak uang untuk produk gaya hidup high end. Pembeliannya meningkat 24% di 2022 dari $16.8 miliar (Rp 215 triliun) atau sekitar $325 (Rp 4,8 juta) per kapita. Jumlah tersebut lebih besar dari negara-negara lain yang dikenal suka barang branded, seperti China dan Amerika Serikat.

Butik Chanel di Korea SelatanButik Chanel Ramai Antrean di Korea Selatan Foto: Dok. Chanel, AllKPop, YonhapNews, Getty Images

Salah satu brand mewah yang pembeliannya meningkat di Korea dalam dua tahun terakhir adalah Moncler. Dikatakan jika kenaikannya hampir dua kali lipat dibanding sebelum pandemi Corona. Hal itu berbanding terbalik dengan China yang justru mengalami penurunan konsumsi barang mahal, termasuk untuk brand Prada yang malah menemukan peningkatan di Korea dan Asia Tenggara.

Laporan Morgan Stanley pun mengungkap alasan atau motivasi di balik obsesi orang Korea Selatan dengan barang branded. Dikatakan jika selain tingkat kesejahteraan ekonomi yang membuat banyak dari mereka bisa membeli, optimisme masa depan dan status sosial juga menjadi faktor penting.

"Penampilan dan kesuksesan finansial bisa lebih disukai konsumen di Korea Selatan dibanding negara lain,"

BLACKPINKMember BLACKPINK Jadi Brand Ambassor 4 Merek High End Foto: dok. TIME Magazine

"Sebagai status, sejumlah studi telah membuktikan kesuksesan finansial cenderung dinilai tinggi di Korea karena itu barang branded bisa menjadi alat untuk menciptakan stratifikasi sosial," ungkap analis.

Di Korea Selatan, pemandangan barang branded bukan hal aneh di keseharian bahkan di kalangan anak-anak sekalah. Hal itu juga didukung oleh survei lain dari McKinsey mengenai persepsi barang mewah. Terungkap bahwa hanya 22% orang Korea yang menganggap memamerkan produk high end sebagai hal yang buruk sementara di Jepang mencapai 45% dan China 38%.

Konsumsi itu tampaknya juga didukung dengan banyaknya artis Korea yang di model merek-merek mewah global. Beberapa yang dikenal menjadi brand ambassador adalah G-Dragon dan Jennie untuk Chanel, Lee Minho untuk Fendi, Kai untuk Gucci, Jung Hoyeon untuk Louis Vuitton, Jisoo dan Jimin untuk Dior, dan lain-lain.

(ami/ami)