Tips Hemat Belanja Mainan Anak
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 30 Nov 2011 16:44 WIB
Jakarta
-
Sebagai ibu baru, kita mudah tergoda untuk membelikan anak mainan-mainan lucu yang bisa membuat si kecil terhibur. Tapi mainan anak bisa menjadi sumber pemborosan untuk belanja bulanan Anda.
Seringkali biaya belanja mainan melebihi bujet karena sang ibu tak bisa menahan hasrat untuk membeli mainan. Agar Anda bisa lebih berhemat dalam belanja mainan anak, fokuslah pada hal-hal berikut ini, seperti yang dikutip dari She Knows.
1. Sesuai Usia
Fokuslah pada apa yang anak Anda perlukan untuk perkembangan secara fisik maupun mental. Carilah mainan untuk membantu melatih motorik dan daya tangkap sesuai usia mereka. Sebagai contoh, bayi memerlukan mainan yang bisa membantu kemampuannya meraih dan menggenggam benda, koordinasi antara mata dan tangan serta stimulasi. Sementara balita, membutuhkan mainan yang bisa mereka bawa-bawa, karena di usia ini si kecil sedang asyik-asyiknya mengeksplor apa saja yang ada di sekitarnya.
2. Perhatikan Keamanan
Hindari mainan dengan komponen-komponen berukuran kecil yang mudah hilang atau tertelan. Mainan juga harus terbuat dari material yang kokoh dan tahan lama; tidak mudah patah atau retak, karena pecahan atau retakan bisa membuat si anak terluka. Menurut National Safety Council, lebih dari enam juta anak cidera setiap tahunnya karena kecelakaan yang melibatkan mainan.
3. Menstimulasi Kreativitas
Beli mainan yang tidak membatasi imajinasi anak. Mainan mekanik yang beredar di pasaran banyak yang menghibur, tapi seringkali justru menghambat kesempatan anak untuk berpartisipasi. Hindari mainan yang tidak bersifat mendidik atau mengembangkan kemampuan. Pilih mainan yang bisa mengasah kreativitas seperti puzzle, Lego, atau mainan bongkar pasang.
4. Jangan Beli Mainan Imitasi
Mainan imitasi yang dimaksud adalah, replika dari benda yang sesungguhnya. Misalnya mainan berbentuk peralatan masak, mobil-mobilan atau mesin jahit, karena hanya akan mereka mainkan sebentar dan setelah usianya lebih besar, anak akan bosan dan mainan-mainan tersebut hanya akan tersimpan di gudang. Bukankah itu hanya jadi pemborosan uang?
Ketahuilah hobi anak Anda dan menabung untuk membelikan peralatan yang sesungguhnya. Sebagai contoh, jika si kecil suka melukis, belilah kuas melukis, palet dan cat minyak/air berkualitas lengkap dengan kanvas yang berkualitas. Bukan membelikannya satu set cat air murah yang mudah kering dan warnanya tidak intens. Seringkali mainan murah hanya membuat anak tidak semangat dan frustasi karena barang yang mereka mainkan tidak bagus.
5. Kualitas, Bukan Kuantitas
Anak-anak sangat mudah tertarik dengan benda-benda yang dianggapnya menarik, tanpa menyadari itu akan dibutuhkannya atau tidak. Sebagai orangtua, Anda tidak perlu membelikan setiap mainan yang dimintanya, karena akan membuat pengeluaran membengkak.
Ingat, mereka akan tumbuh dewasa dan mainan-mainan tersebut pun akan cepat dilupakan. Daripada membanjiri kamar anak dengan mainan, sebaiknya beli dua atau lima macam mainan namun berkualitas. Anda pun bisa menurunkannya jika memiliki anak lagi. Hal itu tentu saja bisa menghemat pengeluaran belanja mainan anak Anda.
(hst/kik)
Seringkali biaya belanja mainan melebihi bujet karena sang ibu tak bisa menahan hasrat untuk membeli mainan. Agar Anda bisa lebih berhemat dalam belanja mainan anak, fokuslah pada hal-hal berikut ini, seperti yang dikutip dari She Knows.
1. Sesuai Usia
Fokuslah pada apa yang anak Anda perlukan untuk perkembangan secara fisik maupun mental. Carilah mainan untuk membantu melatih motorik dan daya tangkap sesuai usia mereka. Sebagai contoh, bayi memerlukan mainan yang bisa membantu kemampuannya meraih dan menggenggam benda, koordinasi antara mata dan tangan serta stimulasi. Sementara balita, membutuhkan mainan yang bisa mereka bawa-bawa, karena di usia ini si kecil sedang asyik-asyiknya mengeksplor apa saja yang ada di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hindari mainan dengan komponen-komponen berukuran kecil yang mudah hilang atau tertelan. Mainan juga harus terbuat dari material yang kokoh dan tahan lama; tidak mudah patah atau retak, karena pecahan atau retakan bisa membuat si anak terluka. Menurut National Safety Council, lebih dari enam juta anak cidera setiap tahunnya karena kecelakaan yang melibatkan mainan.
3. Menstimulasi Kreativitas
Beli mainan yang tidak membatasi imajinasi anak. Mainan mekanik yang beredar di pasaran banyak yang menghibur, tapi seringkali justru menghambat kesempatan anak untuk berpartisipasi. Hindari mainan yang tidak bersifat mendidik atau mengembangkan kemampuan. Pilih mainan yang bisa mengasah kreativitas seperti puzzle, Lego, atau mainan bongkar pasang.
4. Jangan Beli Mainan Imitasi
Mainan imitasi yang dimaksud adalah, replika dari benda yang sesungguhnya. Misalnya mainan berbentuk peralatan masak, mobil-mobilan atau mesin jahit, karena hanya akan mereka mainkan sebentar dan setelah usianya lebih besar, anak akan bosan dan mainan-mainan tersebut hanya akan tersimpan di gudang. Bukankah itu hanya jadi pemborosan uang?
Ketahuilah hobi anak Anda dan menabung untuk membelikan peralatan yang sesungguhnya. Sebagai contoh, jika si kecil suka melukis, belilah kuas melukis, palet dan cat minyak/air berkualitas lengkap dengan kanvas yang berkualitas. Bukan membelikannya satu set cat air murah yang mudah kering dan warnanya tidak intens. Seringkali mainan murah hanya membuat anak tidak semangat dan frustasi karena barang yang mereka mainkan tidak bagus.
5. Kualitas, Bukan Kuantitas
Anak-anak sangat mudah tertarik dengan benda-benda yang dianggapnya menarik, tanpa menyadari itu akan dibutuhkannya atau tidak. Sebagai orangtua, Anda tidak perlu membelikan setiap mainan yang dimintanya, karena akan membuat pengeluaran membengkak.
Ingat, mereka akan tumbuh dewasa dan mainan-mainan tersebut pun akan cepat dilupakan. Daripada membanjiri kamar anak dengan mainan, sebaiknya beli dua atau lima macam mainan namun berkualitas. Anda pun bisa menurunkannya jika memiliki anak lagi. Hal itu tentu saja bisa menghemat pengeluaran belanja mainan anak Anda.
(hst/kik)
Hobi dan Mainan
Helm Affordable di Bawah Rp200 Ribu yang Siap Lindungi Kepala Saat Berkendara
Olahraga
Adem dan Efektif Lindungi dari Sinar Matahari, 2 Jaket Affordable ini Hanya Rp100 Ribuan!
Olahraga
Bebas Bergerak dukung Permainan Padel Lebih Optimal dengan Set Polo Wanita dari Andara
Kesehatan
Aktivitas Sehari-hari Lebih Terbantu, Rekomendasi Alat Bantu untuk Lansia di Rumah
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Ballerina Sneakers Versi Upgrade di 2026, dari Puma Hingga Adidas
Big Brand Day Lazada, SANKEN Tebar Diskon Spesial hingga 50%
8 Foundation untuk Usia 40 Tahun, Menyamarkan Garis Halus dan Flek Hitam
Rekomendasi 5 Sneakers dengan Perpaduan Warna yang Tren di 2026
Awal Tahun Lebih Sehat, AZKO Ajak Ciptakan Rumah yang Bersih dan Nyaman
Most Popular
1
Pangeran Harry Bersaksi, Klaim Meghan Markle Sengsara Selama di Kerajaan
2
Setelah Cincin Berlian Nyaris Rp 1 M, Segini Harga Kalung Lamaran Syifa Hadju
3
6 Fakta Menarik Drakor No Tail To Tell, Dibintangi Kim Hye Yoon dan Lomon
4
10 Drakor Netflix 2026 Paling Dinantikan, Gong Yoo-Song Hye Kyo Bikin Gemas
5
Potret Isyana Sarasvati Dengan Gaya Rambut Baru, Tampil Lebih Edgy & Chic
MOST COMMENTED











































