Jakarta
-
Ketidakteraturan yang berpadu dengan gaya klasik-modern akan menghasilkan suatu maha karya yang indah seperti yang dihadirkan dalam koleksi ready-to-wear Etty Bachetta dalam Fashion Tendance 2011 lalu. Pada tema "Tessitura bali yang diangkatnya, ia memadukan tenun Bali dengan gaya futuristik dengan detail bentuk usang, serta memanfaatkan kilau material dari bahanyang ia gunakan untuk membuat tampilan yang mewah.
"Batik Indonesia mempunyai potensi pasar yanh besar, kalau oembatiknya mau meningkatkan sedikit mutunya.terutama untuk batik kelas menengah," ujar pemilik butik yang berlokasi di Jalan Bumi, Kebayoran baru tersebut.
Hasil design wanita yang menempuh pendidikan fashion di Bunka School of Fashion and Design ini memiliki ciri khas etnik kontemporer yang mengembangkan karya etnik Indonesia dengan sentuhan modern.
Etty Bacheta telah mengadakan peragaan busana di sepuluh negara. Di mana baginya salah satu peragaan busana yang paling berkesan adalah di Taskhent , Uzbeqkistan, Rusia pada tahun 2004. di mana antusiasme dan tanggapan dari masyarakat setempat sangat baik, hingga busana dan profil dirinya dimuat di tiga edisi majalah setempat.
(mab/mab)
"Batik Indonesia mempunyai potensi pasar yanh besar, kalau oembatiknya mau meningkatkan sedikit mutunya.terutama untuk batik kelas menengah," ujar pemilik butik yang berlokasi di Jalan Bumi, Kebayoran baru tersebut.
Hasil design wanita yang menempuh pendidikan fashion di Bunka School of Fashion and Design ini memiliki ciri khas etnik kontemporer yang mengembangkan karya etnik Indonesia dengan sentuhan modern.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(mab/mab)











































