Meski Di-bully, Bocah Ini Tetap Panjangkan Rambut Demi Menolong Pasien Kanker
Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 19 Jul 2017 15:51 WIB
Wales
-
Kegigihan bocah laki-laki 11 tahun ini demi menolong sesama patut diacungi jempol. Ia rela memanjangkan rambutnya demi menolong para penderita kanker meski harus menghadapi para bully yang mengejek penampilannya.
Bullying atau perundungan bukan penghalang Joshua Scott-Hill dari Wales Inggris untuk meringankan beban para pasien kanker anak-anak.
Semuanya bermula saat Joshua bertemu dengan seorang gadis cilik penderita kanker, yang kebetulan adalah anak dari teman ibunya di sebuah toko. Dengan polosnya, ia bertanya mengapa alis dan rambutnya rontok.
"Aku sangat penasaran, jadi aku menanyakannya. Dia bilang sedang kemoterapi, dan itu kenapa rambutnya rontok," kata Joshua kepada Today.
Pertemuan itu lantas memotivasi Joshua untuk melakukan sesuatu yang positif. Setelah berdiskusi dengan ibunya, Joshua akhirnya memutuskan untuk memanjangkan rambutnya sehingga dapat disumbangkan untuk pembuatan wig bagi para pasien kanker anak-anak.
Tapi niat baik Joshua itu rupanya harus menghadapi tantangan. Ia menjadi target para bully yang mengejeknya karena memiliki rambut panjang seperti anak perempuan.
"Ada yang memanggilku anak perempuan, atau dengan ejekan-ejekan lainnya. Awalnya aku sangat kecewa. Tapi ibu memotivasiku lagi," kenang Joshua.
Namun kesabaran Joshua berbuah manis juga. Satu setengah tahun berlalu, rambut Joshua bertambah panjang 10 inci atau sekitar 25 cm. Dan pada Sabtu (15/7/2017), rambutnya dicukur lalu didonasikan untuk Little Princess Trust, sebuah organisasi amal yang membuat wig bagi pasien kanker anak-anak di Inggris.
Joshua juga menyumbangkan uang sebesar 3.400 poundsterling atau sekitar Rp 60 juta kepada organisasi amal lainnya, Maggie's Centre Swanse. Uang itu didapatnya dari penggalang dana secara online.
Samantha Scott, sang ibu, sempat mengunggah foto anaknya, sebelum dan sesudah potong rambut di situs donasi mereka. "Hari ini, aku sangat bangga menjadi ibu," tulis Samantha.
Joshua berharap, kisahnya dapat menginspirasi orang banyak untuk saling menolong sesama, meskipun terkadang harus menghadapi tantangan. Sikap saling menerima satu sama lain walau fisik berbeda juga menjadi pesan moral yang ingin ia sampaikan.
"Tidak masalah jika kamu berbeda dari orang lain. Jangan khawatir. Jadilah diri kita sendiri. Itu lebih baik daripada harus sama dengan orang banyak," kata Joshua.
(dtg/dtg)
Bullying atau perundungan bukan penghalang Joshua Scott-Hill dari Wales Inggris untuk meringankan beban para pasien kanker anak-anak.
Semuanya bermula saat Joshua bertemu dengan seorang gadis cilik penderita kanker, yang kebetulan adalah anak dari teman ibunya di sebuah toko. Dengan polosnya, ia bertanya mengapa alis dan rambutnya rontok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Facebook/Samantha Scott |
Pertemuan itu lantas memotivasi Joshua untuk melakukan sesuatu yang positif. Setelah berdiskusi dengan ibunya, Joshua akhirnya memutuskan untuk memanjangkan rambutnya sehingga dapat disumbangkan untuk pembuatan wig bagi para pasien kanker anak-anak.
Tapi niat baik Joshua itu rupanya harus menghadapi tantangan. Ia menjadi target para bully yang mengejeknya karena memiliki rambut panjang seperti anak perempuan.
"Ada yang memanggilku anak perempuan, atau dengan ejekan-ejekan lainnya. Awalnya aku sangat kecewa. Tapi ibu memotivasiku lagi," kenang Joshua.
Namun kesabaran Joshua berbuah manis juga. Satu setengah tahun berlalu, rambut Joshua bertambah panjang 10 inci atau sekitar 25 cm. Dan pada Sabtu (15/7/2017), rambutnya dicukur lalu didonasikan untuk Little Princess Trust, sebuah organisasi amal yang membuat wig bagi pasien kanker anak-anak di Inggris.
Joshua juga menyumbangkan uang sebesar 3.400 poundsterling atau sekitar Rp 60 juta kepada organisasi amal lainnya, Maggie's Centre Swanse. Uang itu didapatnya dari penggalang dana secara online.
Foto: Facebook/Samantha Scott |
Samantha Scott, sang ibu, sempat mengunggah foto anaknya, sebelum dan sesudah potong rambut di situs donasi mereka. "Hari ini, aku sangat bangga menjadi ibu," tulis Samantha.
Joshua berharap, kisahnya dapat menginspirasi orang banyak untuk saling menolong sesama, meskipun terkadang harus menghadapi tantangan. Sikap saling menerima satu sama lain walau fisik berbeda juga menjadi pesan moral yang ingin ia sampaikan.
"Tidak masalah jika kamu berbeda dari orang lain. Jangan khawatir. Jadilah diri kita sendiri. Itu lebih baik daripada harus sama dengan orang banyak," kata Joshua.
(dtg/dtg)












































Foto: Facebook/Samantha Scott
Foto: Facebook/Samantha Scott