Ibu Harus Bayar Lebih Kalau Anak Menangis Ketika Potong Rambut di Salon Ini
Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 03 Jan 2017 08:49 WIB
Jakarta
-
Para orangtua pasti tahu bagaimana sulitnya mengontrol emosi anak-anak. Dan betapa sulitnya membawa anak-anak ke salon untuk potong rambut dengan tenang tanpa ada drama.
Biasanya tantrum pada anak dimulai ketika hairdresser baru memasangkan apron dan mengambil gunting. Kejadian tersebut wajar-wajar saja. Justru menjadi tidak wajar jika salon memaksa anak untuk diam ketika rambut tengah dipangkas.
Ada sebuah salon di Australia yang memberikan tarif tambahan jika anak-anak menagis saat rambutnya tengah dipotong. Dalam pengumuman di depan salon tertulis bahwa jika ada anak menangis ketika rambutnya dipotong maka akan dikenakan biaya tambahan US$ 10.
Seorang pengguna Facebook mem-posting foto pengumuman tersebut di grup komunitas. Orangtua langsung protes keras dengan aturan salon yang tidak masuk akal tersebut.
"Aturan yang sangat tidak sopan," tulis salah satu orangtua. "Biarkan bisnisnya tidak laku," ujar netizen lainnya. "Ini aturan yang sangat bodoh. Aku rasa hairdresser-nya tidak punya anak," komentar lainnya.
Sejumlah orangtua pun menyesali atas aturan tersebut. Salah satu orangtua mengungkapkan bahwa seharusnya pemilik salon memahami dan tidak perlu mengkhawatirkan ketika anak menaning.
"Bukan masalah jika merasa menangis, mereka adalah anak-anak. Serius, ini sangat menyedihkan melihat pengumuman tersebut," tulis seorang ibu.
(kik/kik)
Biasanya tantrum pada anak dimulai ketika hairdresser baru memasangkan apron dan mengambil gunting. Kejadian tersebut wajar-wajar saja. Justru menjadi tidak wajar jika salon memaksa anak untuk diam ketika rambut tengah dipangkas.
Ada sebuah salon di Australia yang memberikan tarif tambahan jika anak-anak menagis saat rambutnya tengah dipotong. Dalam pengumuman di depan salon tertulis bahwa jika ada anak menangis ketika rambutnya dipotong maka akan dikenakan biaya tambahan US$ 10.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aturan yang sangat tidak sopan," tulis salah satu orangtua. "Biarkan bisnisnya tidak laku," ujar netizen lainnya. "Ini aturan yang sangat bodoh. Aku rasa hairdresser-nya tidak punya anak," komentar lainnya.
Sejumlah orangtua pun menyesali atas aturan tersebut. Salah satu orangtua mengungkapkan bahwa seharusnya pemilik salon memahami dan tidak perlu mengkhawatirkan ketika anak menaning.
"Bukan masalah jika merasa menangis, mereka adalah anak-anak. Serius, ini sangat menyedihkan melihat pengumuman tersebut," tulis seorang ibu.
(kik/kik)










































