Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Impian Bocah 6 Tahun Ini Jadi Pengangkut Sampah Akhirnya Terwujud

Daniel Ngantung - wolipop
Jumat, 29 Jul 2016 19:07 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Facebook/Make a Wish Foundation
Jakarta - Selasa (26/7/2016) menjadi hari yang spesial bagi Ethan Dean, bocah 6 tahun asal California, AS. Di hari itulah, impiannya untuk menjadi seorang pengangkut sampah terwujud.

Berkarier sebagai pengangkut sampah adalah impiannya, selain menjadi guru. Erin Dean, ibunya, bercerita, kecintaan Ehtan pada profesi tersebut sudah bermula sejak usia dini. Si kecil Ethan akan berlari dengan antusiasnya saat mendengar truk sampah mendekati rumahnya. Ia akan keluar rumah lalu mengamati petugas melakukan tugasnya. "Ia sangat terobsesi dengan truk sampah," ungkap Dean kepada Today.



ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Selasa yang cerah itu, Dean sehari menjadi petugas pengangkut sampah berkat bantuan Make-A-Wish Foundation, sebuah yayasan nirlaba yang bermisi mewujudkan impian anak-anak penderita penyakit keras.

Yayasan tersebut memilih Dean karena menderita cystic fibrosis atau fibrosis kistik. Penyakit genetika ini mengakibatkan lendir di dalam tubuh mengental dan lengket sehingga menyumbat saluran-saluran pada organ tubuh, seperti paru-paru dan pencernaan.

Ethan terkejut saat melihat Make-A-Wish Foundation datang ke sekolahnya dengan sebuah truk sampah bertuliskan 'Ethan's Garbage Truck'. "Wajahnya langsung berseri saat melihat truk sampah. Dia tidak memercayainya," ungkap Erin.



Murid kelas satu SD itu lalu diajak menelusuri jalan-jalan kota Sacramento sepanjang 50 km dengan truk tersebut. Mereka lalu berhenti di beberapa titik untuk mengangkut sampah. Di setiap perhentian, Dean mendapat sambutan meriah dari orang-orang yang telah menunggunya. Mereka bersorak sambil memanggil dan mengangkat ornamen-ornamen bertuliskan namanya. Perjalanan mereka lalu berakhir dengan perayaan yang meriah di Gedung DPR California, Sacramento. "Dia terlihat sangat bahagia dan tersenyum setiap saat," kata Erin.

Di hari itu pula, Dean bisa melupakan penyakitnya sejenak. Hampir setiap hari, siang dan malam, ia harus menjalani perawatan untuk membersihkan lendir dari paru-parunya agar bisa bernapas dengan lega. Belum lagi perawatan enzim untuk melancarkan saluran pencernaannya. "Ini adalah waktu yang tepat baginya untuk merasa spesial dan normal sama seperti orang lain," tutur Erin.



Erin pun sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah mewujudkan impian buah hatinya menjadi kenyataan. "Bentuk dukungan ini membuatnya yakin bahwa ia dapat melakukan apapun sesuai cita-citanya. Aku yakin, momen ini akan selalu dikenangnya," ungkapnya. (dng/dng)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads