Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Anak Kecil Jadi Kontroversi, Hancurkan Lego Raksasa yang Baru Selesai Dirakit

Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 02 Jun 2016 13:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: CCTV News
Jakarta - Lego senilai Rp 200 juta yang besarnya hampir seukuran manusia ini hancur berkeping-keping dalam sekejap. Padahal seorang seniman baru saja selesai merakit Lego tersebut. Yang menghancurkannya adalah seorang anak kecil.

Anak kecil yang identitasnya tak diketahui itu datang ke Lego Expo yang digelar di Ningbo, Propinsi Zheijang, China, Minggu (29/5/2016). Tentu dia tidak sendirian, melainkan didampingi orangtuanya. Entah karena terlalu aktif dan tidak benar-benar diawasi, si anak mendorong Lego hasil karya seniman bernama Zhao.

Zhao pun mencurahkan perasaannya ketika melihat hasil karyanya yang dirakitnya dengan susah-payah hancur dalam sekejap karena dijatuhkan oleh anak kecil itu. Melalui situs jejaring sosial Weibo dia menunjukkan tahap demi tahap ketika dirinya merakit Lego berbentuk karakter Nick Wilde dalam film Zootopia. Dia juga mengunggah foto ketika Lego hasil karyanya sudah tak berbentuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Menurut laporan Beijing Youth Daily, Lego buatan Zhao itu berharga US$ 15 ribu atau sekitar Rp 200 jutaan. Zhao kerja keras membuat Lego berbentuk Nick Wilde itu selama tiga hari.

Saat mengetahui Lego hasil karyanya hancur dalam sekejap, Zhao tentu 'patah hati'. Namun dia tidak menyalahkan anak kecil yang usianya diperkirakan antara empat atau lima tahun itu. Dia juga menerima permintaan maaf orangtua anak tersebut dan tidak meminta kompensasi apapun.



"Anak kecil itu tidak bermaksud menghancurkannya," katanya dalam wawancara dengan CCTV News.

Meskipun Zhao memaafkan perbuatan anak kecil tersebut, hal berbeda terjadi di media sosial. Cerita Zhao yang menyebar membuat si anak kecil dan orangtuanya menjadi kontroversi. Tidak sedikit yang menyalahkan si anak dan orangtuanya.

"Seharusnya ada kompensasi atas apa yang sudah dilakukan meskipun itu tidak disengaja. Permintaan maaf memang diterima, tapi bagaimana mungkin orangtua anak itu membiarkan (Lego) itu setelah hancur? Siapa yang bertanggungjawab atas waktu dan usaha yang sudah dilakukan untuk membuat Lego itu," kata seorang netizen dengan akun bernama @Niangqingjiao.

"Permintaan maaf menunjukkan merasa menyesal. Tapi seharusnya yang perilakunya tidak sopan yang bertanggungjawab," tulis netizen lain dengan nama akun @Jiuqianqianqian.

(eny/eny)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads