Wanita Ini Punya Anak di Usia 72 Tahun Lewat Bayi Tabung Demi Dapat Warisan
Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 12 Mei 2016 10:23 WIB
Jakarta
-
Orangtua mana yang tidak ingin dikaruniai anak. Apalagi jika si anak bisa mendatangkan rezeki. Hal itu pun dirasakan pasangan berikut ini yang berusaha memiliki anak melalui bayi tabung meskipun usia si ibu sudah 72 tahun.
Kisah usaha memiliki anak melalui bayi tabung ini datang dari pasangan Mohinder Singh Gill dan Dalijinder Kaur. Suami-istri yang tinggal di Amritsar, Punjab, India ini melakukan program bayi tabung bukan hanya demi punya anak semata. Tapi juga agar bisa mendapatkan warisan.
"Ayahku mencoba mencabut hakku untuk mendapatkan bagian dari propertinya karena aku tidak memiliki anak. Kami sudah bertengkar soal ini selama lebih dari empat dekade," ujarnya seperti dikutip AFP.
Mohinder mengatakan, warisan ayahnya yaitu sebuah properti senilai 500 ribu poundsterling atau sekitar Rp 9,6 miliar seharusnya dibagi kepada semua anak-anaknya secara adil. Namun setelah sang ayah meninggal delapan tahun lalu, saudara-saudara kandungnya menolak membagi warisan tersebut dengan alasan dia tidak punya anak.
"Saat pertengkaran ini terjadi, usiaku dan istriku sekitar 40-an dan kami sudah berusaha untuk memiliki bayi, tapi ternyata memang ada masalah kesehatan," ceritanya.
Saat itu menurut Mohinder, sekitar tahun 70-an dan 80-an, belum banyak fasilitas kesehatan canggih. Sehingga dia dan istrinya tak juga bisa mendapatkan anak dengan masalah kesehatan yang mereka alami.
Pasangan berusia 79 dan 72 tahun itu hampir saja menyerah dalam berusaha memiliki anak. Hingga suatu hari mereka melihat iklan sebuah klinik kesehatan di kawasan Haryana yang bisa mengatasi masalah kesuburan.
Dengan menggunakan sel telur donor, Dalijinder akhirnya hamil setelah dua tahun menjalani program bayi tabung.. Dia pun melahirkan seorang anak laki-laki pada April 2016 kemarin.
"Hidupku kini lengkap sudah. Aku akan merawat bayi ini sendiri. Aku merasa penuh energi sekarang. Suamiku juga akan membantu merawatnya sebisa dia," kata Dalijinder yang seluruh rambutnya tampak sudah berubah menjadi putih karena uban.
(eny/eny)
Kisah usaha memiliki anak melalui bayi tabung ini datang dari pasangan Mohinder Singh Gill dan Dalijinder Kaur. Suami-istri yang tinggal di Amritsar, Punjab, India ini melakukan program bayi tabung bukan hanya demi punya anak semata. Tapi juga agar bisa mendapatkan warisan.
"Ayahku mencoba mencabut hakku untuk mendapatkan bagian dari propertinya karena aku tidak memiliki anak. Kami sudah bertengkar soal ini selama lebih dari empat dekade," ujarnya seperti dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Saat pertengkaran ini terjadi, usiaku dan istriku sekitar 40-an dan kami sudah berusaha untuk memiliki bayi, tapi ternyata memang ada masalah kesehatan," ceritanya.
Saat itu menurut Mohinder, sekitar tahun 70-an dan 80-an, belum banyak fasilitas kesehatan canggih. Sehingga dia dan istrinya tak juga bisa mendapatkan anak dengan masalah kesehatan yang mereka alami.
Pasangan berusia 79 dan 72 tahun itu hampir saja menyerah dalam berusaha memiliki anak. Hingga suatu hari mereka melihat iklan sebuah klinik kesehatan di kawasan Haryana yang bisa mengatasi masalah kesuburan.
Dengan menggunakan sel telur donor, Dalijinder akhirnya hamil setelah dua tahun menjalani program bayi tabung.. Dia pun melahirkan seorang anak laki-laki pada April 2016 kemarin.
"Hidupku kini lengkap sudah. Aku akan merawat bayi ini sendiri. Aku merasa penuh energi sekarang. Suamiku juga akan membantu merawatnya sebisa dia," kata Dalijinder yang seluruh rambutnya tampak sudah berubah menjadi putih karena uban.
(eny/eny)











































