Obsesi Buat Anak Terkenal
Alasan di Balik Rasa Obsesi Orangtua Agar Anaknya Terkenal
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 23 Okt 2015 09:32 WIB
Jakarta
-
Tidak ada orangtua yang tak ingin melihat anaknya menjadi sukses. Untuk itu, mereka sudah memupuk bakat dan minat sang anak sejak usia dini agar keahlian si buah hati semakin terasah. Berbagai cara dilakukan orangtua untuk mengarahkan bakat si anak, mulai dari mengikuti les musik, memasukkan ke sanggar pengembangan minat, atau kelas akting.
Tetapi bagaimana jika kegiatan non akademik sang anak ini dilakukan semata-mata hanya karena ingin menuruti kehendak orangtuanya? Rupanya, ada beberapa orangtua yang justru sengaja mengikutsertakan sang anak ke dalam kontes kecantikan atau kelas akting. Mereka seakan terobsesi 'mengorbitkan' anaknya dengan harapan menjadi populer berkat kontes tersebut dan menjadi terkenal.
Lantas mengapa hal itu bisa terjadi? Dipaparkan oleh psikolog Elizabeth Santoso M.Psi, adalah hal yang normal jika orangtua ingin anaknya menjadi terkenal dan sukses karena prestasi yang diraihnya. Tetapi jika sudah dikaitkan dengan kata 'obsesi', hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak normal.
"Kalau disebut obsesi itu sudah berlebihan karena menghalalkan segala cara. Orangtua tidak memperhatikan keamanan, kenyamanan, dan aspek psikologis anak," ujarnya saat berbincang dengan Wolipop, Selasa, (20/10/2015).
Lebih lanjut psikolog yang juga menjadi tenaga pengajar di Swiss German University Serpong ini memberikan contoh nyata yang pernah dilihatnya. Ada seorang selebriti cilik yang terkenal dan orangtuanya pun mendukung kegiatannya. Tetapi yang terjadi adalah sang anak tersebut jarang pergi ke sekolah lantaran harus menjalani syuting hingga malam.
"Di sini kewajiban anak untuk sekolah dan bermain ditelantarkan oleh orangtua. Walaupun orangtuanya selalu mengatakan 'dia (anaknya) yang mau kok'. Dalam kasusu ini saya merasa orangtua lalai dalam melaksanakan dan mengutamakan tugas serta tanggung jawabnya dalam perlindungan anak," kata psikolog lulusan Magister Psikologi Universitas Tarumanegara ini
Ditambahkan oleh psikolog Irma Gustiana M,Psi, secara alami, setiap manusia memiliki kecenderungan untuk menampilkan diri atau eksis di dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap orang juga ingin diakui keberadaannya, begitu juga dengan orangtua yang menginginkan anaknya eksis dengan mengikutinya kepada berbagai macam kegiatan.
"Orangtua yang ingin anaknya terkenal, ingin diakui sebagai orangtua yang berhasil mendidik anak. Meskipun dengan cara instan, seperti memasukkan ke agensi model atau jadi figuran serial televisi," tutur Irma saat dihubungi Wolipop, Selasa, (21/10/2015).
(int/int)
Tetapi bagaimana jika kegiatan non akademik sang anak ini dilakukan semata-mata hanya karena ingin menuruti kehendak orangtuanya? Rupanya, ada beberapa orangtua yang justru sengaja mengikutsertakan sang anak ke dalam kontes kecantikan atau kelas akting. Mereka seakan terobsesi 'mengorbitkan' anaknya dengan harapan menjadi populer berkat kontes tersebut dan menjadi terkenal.
Lantas mengapa hal itu bisa terjadi? Dipaparkan oleh psikolog Elizabeth Santoso M.Psi, adalah hal yang normal jika orangtua ingin anaknya menjadi terkenal dan sukses karena prestasi yang diraihnya. Tetapi jika sudah dikaitkan dengan kata 'obsesi', hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut psikolog yang juga menjadi tenaga pengajar di Swiss German University Serpong ini memberikan contoh nyata yang pernah dilihatnya. Ada seorang selebriti cilik yang terkenal dan orangtuanya pun mendukung kegiatannya. Tetapi yang terjadi adalah sang anak tersebut jarang pergi ke sekolah lantaran harus menjalani syuting hingga malam.
"Di sini kewajiban anak untuk sekolah dan bermain ditelantarkan oleh orangtua. Walaupun orangtuanya selalu mengatakan 'dia (anaknya) yang mau kok'. Dalam kasusu ini saya merasa orangtua lalai dalam melaksanakan dan mengutamakan tugas serta tanggung jawabnya dalam perlindungan anak," kata psikolog lulusan Magister Psikologi Universitas Tarumanegara ini
Ditambahkan oleh psikolog Irma Gustiana M,Psi, secara alami, setiap manusia memiliki kecenderungan untuk menampilkan diri atau eksis di dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap orang juga ingin diakui keberadaannya, begitu juga dengan orangtua yang menginginkan anaknya eksis dengan mengikutinya kepada berbagai macam kegiatan.
"Orangtua yang ingin anaknya terkenal, ingin diakui sebagai orangtua yang berhasil mendidik anak. Meskipun dengan cara instan, seperti memasukkan ke agensi model atau jadi figuran serial televisi," tutur Irma saat dihubungi Wolipop, Selasa, (21/10/2015).
(int/int)
Perawatan dan Kecantikan
Glowing Maksimal Sebelum Lebaran! Rahasia Eksfoliasi Biar Kulit Cerah dan Mulus dalam Hitungan Minggu
Perawatan dan Kecantikan
Review Parfum SAFF & Co, Irai Leima atau Ostara, Mana yang Lebih Cocok untuk Karakter Kamu?
Perawatan dan Kecantikan
Kerja di Ruangan AC Bikin Kulit Makin Kering? Ini Body Lotion yang Wajib Kamu Punya
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Badan Lebih Halus dan Cerah Tanpa Scrub Kasar, Saatnya Pakai Toner Glycolic Acid
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Kalung Nia Ramadhani saat Bukber Bikin Salfok, Dikira Ratusan Juta Ternyata..
2
Foto Aktris 49 Tahun Melahirkan Anak Pertama Usai Suami Wafat 10 Tahun Lalu
3
Transformasi Drastis Kak Jil, Penjual Gorden Viral Bangkit dari Masalah Ekonomi
4
Kisah Pegawai Cetak Rekor, Kerja di Posisi yang Sama Selama 65 Tahun
5
Potret Davina Karamoy yang Jadi Sorotan, Terbaru Diunggah Ardhito Pramono
MOST COMMENTED











































